alexa snippet

Suzuki Satria F150 Injeksi Jangan Diisi Premium

Suzuki Satria F150 Injeksi Jangan Diisi Premium
Suzuki Satria F150 Injeksi. Foto: Manuel.
A+ A-
JAKARTA - Suzuki Satria F150 Injeksi resmi meluncur beberapa waktu lalu, dan kemunculannya sesuai yang diharapkan banyak konsumen terutama masalah performa. Selain itu juga disuguhkan spesifikasi tinggi dengan menggendong mesin benar-benar baru yang diklaim real DOHC.

Hal diatas membuat Suzuki Satria F150 Injeksi mengungguli semua rivalnya termasuk Honda Sonic. Seperti diketahui Satria injeksi menggunakan mesin silinder 147,3cc, DOHC 4 valve plus bore 62 mm dan stroke 48,8 mm.

Peforma yang dihasilkan diklaim mampu mengahsilkan power maksimum hingga 18,2 dk pada putaran 10.000 rpm dan torsi puncak 13,8 Nm pada putaran 8.5000 rpm. Ini juga didukung bobotnya yang lebih ringan, yang hanya 109 kg.

Selain itu Suzuki Satria F150 Injeksi juga dilengkapi komponen peredam panas yang bekerja lebih maksimal dibandingkan model sebelumnya yang hanya mengandalkan oil cooler atau pendingin oli.

Pertanyaannya, dengan teknologi yang ada apakah untuk mendapatkan tenaga yang maksimal Suzuki Satria F150 Injeksi ini mengkonsumsi bensin premium? Jawabannya tidak.

Hal ini diungkapkan langsung oleh senior trainer Suzuki 2W Training Center, PT Indomobil Suzuki Internasional, Josep Antony Tan. Karena masih banyak konsumen yang belum paham, performa maksimal akan didapatkan dengan asupan bahan bakar yang benar.

“Motor sekelas Satria F150, apalagi dengan mesin injeksi, saya rasa sayang bilang di isi premium. Kami tidak merekomendasikan premium, paling tidak Pertalite atau Pertamax sekalian,” ujar Josep.

Josep menambahkan, kalau mesin yang dimiliki Satria F150 injeksi mempunyai kompresi tinggi, tentunya bensin beroktan tinggi dinilai lebih layak karena memiliki ketahanan yang lebih tinggi. Pengisian BBM beroktan tinggi selain bisa menunjang performa juga bisa menjaga ketahanan mesin.



(dol)
views: 22.935
loading gif
Top