alexa snippet

Tata Indonesia Malah Terbantukan dengan Kehadiran Daihatsu Hi-Max

Tata Indonesia Malah Terbantukan dengan Kehadiran Daihatsu Hi-Max
Kemunculan Hi-Max besutan Daihatsu dianggap Tata akan membantu semakin membuka peluang di Indonesia di segmen mobil bermesin di bawah 1.000 cc. Foto/SINDOnews/Dony Lesmana.
A+ A-
JAKARTA - Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) yang bermain di pasar kendaraan niaga bermesin di bawah 1.500 cc bisa dibilang yang pertama kali di Indonesia. Tak salah bila Tata memanfaatkan ceruk yang masih minim "pemainnya", karena strategi ini cukup tepat.

Bahkan kemunculan Hi-Max besutan Daihatsu dianggap Tata akan membantu semakin membuka peluang di Indonesia. Ya, selama ini Tata Ace EX2 cukup sukses di penjualan khususnya di daerah. Karena produk ini memberikan pilihan yang pas apa yang dibutuhkan untuk para pelaku usaha menengah kebawah.

"Kami tak merasa tersaingi dengan kehadiran Hi-Max, malah ini semakin membantu kami untuk mengenalkan produk yang dibutuhkan oleh masyarakat dikelas ini. Selama ini kita membuka celah baru dengan Tata Ace EX2, bahkan anggapan miring untuk produk ini sangat banyak," ujar Public relation Manager TMDI beberapa waktu lalu (30/11/2016) pada SINDOnews.

Harus diakui pasar untuk kelas pick up segmen ini telah terbentuk dengan kehadiran Tata Ace EX2 pada 2014 lalu. Perjuangan Tata untuk mengedukasi masyarakat cukup berhasil dalam hal memenuhi kebutuhan transportasi para pelaku usaha. Apalagi dengan hadirnya Hi-Max, Tata akan terbantukan dalam mengenalkan fungsi utama produk sekaligus memberikan pilihan baru.

Meski begitu pihak Tata masih terus melakukan edukasi mengenai produk yang cocok digunakan untuk kaum low profile. Wilda Bachtiar, Marketing Manager Commercial Vehicle TMDI mengungkapkan kalau konsumen di pedesaan atau sub urban selama ini masih banyak menggunakan kendaraan yang over spek.

Artinya mobil yang digunakan dengan usaha yang dilakukan tidak sesuai, TMDI berusaha melakukan edukasi dengan cara mengenalkan produk-produk yang bisa menjawab kebutuhan tersebut. Misalnya memberikan konsumen bekal dalam memilih produk yang pas sesuai dengan usahanya.

"Kami menyarankan mobil niaga lebih cocok dengan mesin diesel dengan alasan lebih lebih irit, tenaga juga tidak kalah dengan bensin. Untuk mengenalkan mesin ini kami juga sediakan SDM sales yang bisa men-delivery dengan baik, bahkan sampai soal hitung-hitungan soal operational cost," ujar Wilda.

Ini artinya di segmen ini memang sangat berpeluang untuk berkembang, apalagi wacana pemerintah berencana mengembangkan mobil bermesin kecil bagi para UKM melalui program Esemka. Kabar yang berhembus lama ini menghilang begitu saja tanpa kepastian.



(dol)
dibaca 8.140x
loading gif
Top