alexametrics

Di Luar Kendali dan Tak Berdaya, Akhirnya WHO Buka-Bukaan Soal COVID-19

loading...
Di Luar Kendali dan Tak Berdaya, Akhirnya WHO Buka-Bukaan Soal COVID-19
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus . FOTO/ Daily
NEW YORK - Badan Kesehatan Dunia WHO resmi umumkan pandemi virus corona 'di luar kendali' dan 'semakin buruk' dan sistem mereka tidak siap. WHO memperingatkan evolusi Corona semakin kuat dan membahayakan dan tudingan negatif yang dialamatkan beberapa ilmuwan ke WHO akan segera direspons. BACA JUGA - AS Pastikan Pengakuan Yan dan Ilmuwan China Lain Sinkron dengan FBI

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan pesan mengerikan hari ini Selasa 14/7/2020, dan mengatakan pandemi ini "masih meningkat" di seluruh dunia.BACA JUGA - Konsultan WHO asal China Bersaksi COVID-19 Hasil Persekongkolan Jahat

Pandemi virus korona semakin parah dan "tetap menjadi musuh publik nomor satu", Dia menambahkan: “Pandemi masih meningkat. Jumlah total kasus telah dua kali lipat dalam enam minggu terakhir. " BACA JUGA - Saksi Persekongkolan Jahat WHO dan China, Tahu Kelemahan COVID-19



Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 12 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan sedikitnya 550.300 orang sejauh ini, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins.

"Biarkan saya berterus terang, terlalu banyak negara menuju ke arah yang salah, Jika dasar-dasar tidak diikuti, satu-satunya cara pandemi ini akan berlangsung, itu akan menjadi lebih buruk dan semakin buruk. Tapi itu tidak harus seperti ini." tuturnya seperti dilansir Daily hari ini.



Tedros, yang kepemimpinannya banyak dikritik, mengatakan bahwa dari 230.000 kasus baru pada hari Minggu, 80% berasal dari 10 negara, dan 50% dari hanya dua negara.

Sebuah tim WHO telah pergi ke China untuk menyelidiki asal-usul virus corona baru, yang pertama kali ditemukan di kota Wuhan.
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
KOMENTAR ANDA
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak