alexametrics

Mastel: OTT Asing Harus Kontribusi ke Infrastruktur RI

loading...
Mastel: OTT Asing Harus Kontribusi ke Infrastruktur RI
OTT asing harus kontribusi ke infrastruktur RI. Foto: Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Masyarakat Telekomunikasi Indonesia (Mastel) menyatakan kehadiran para pemain Over The Top (OTT) asing di Tanah Air, harus memberikan kontribusi terhadap pembangunan infrastuktur di Indonesia.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Mastel Kristiono, meminta pemerintah untuk mengatur keberadaan OTT asing di Indonesia. Selain sebagai upaya menumbuhkan keberpihakan terhadap produk dalam negeri. Aturan ini diharapkan memberi kontribusi terhadap bangsa dan negara.

"Ini bukan untuk melarang keberadaan OTT asing, tapi harus dipikirkan kepentingan nasional. Pemerintah pun juga harus memikirkan," kata Kristiono saat menghadiri rapat koordinasi Mastel dan Asosiasi Telematika di Gedung Indosat, Jakarta, Senin (25/3/2015).

Tidak bisa dipungkiri, pangsa pasar di Tanah Air masih terbuka lebar. Hal ini didukung dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Didukung dengan proporsi penduduk muda yang berusia 10-24 tahun sebagai adaptor teknologi lebih dari 20%.

Indonesia sebagai populasi terbesar ke-4 di dunia dan sekaligus pengguna informasi dan teknologi komunikasi (ICT) terbesar di dunia seperti Facebook dan Twitter. Menjadikannya sebagai pangsa pasar yang potensial bagi OTT asing.

Kristiono berharap, operator telekomunikasi melihat OTT asing tidak hanya dari sisi bisnisnya saja, melainkan lebih ke arah kepentingan nasional. Dia pun berpandangan bahwa, seharusnya pemain OTT asing seperti Facebook harus berkontribusi membangun infrastruktur nasional.

"Kerja sama tidak hanya kepentingan bisnis saja. OTT harus bangun infrastruktur nasional. Kalau gak, semua bisa belanja keluar dari Indonesia. Kita semua harus bangun industri kita lebih kuat. Kalau gak kayak gitu kita hanya jadi pasar saja," tandasnya.



(Baca juga: Menkominfo Minta Operator Gandeng OTT Lokal)
(dyt)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak