alexametrics

Waspada Terhadap TV UHD Palsu

loading...
Waspada Terhadap TV UHD Palsu
TV UHD Samsung. Foto: Istimewa.
A+ A-
JAKARTA - Tingginya minat terhadap TV Ultra High Definition (UHD) di pasar ternyata mengakibatkan dampak negatif. Yakni, beredarnya TV UHD di pasaran tidak sesuai dengan standar internasional.

Produk TV yang mulai bermunculan sejak 1-2 bulan terakhir itu menggunakan teknologi RGBWhite untuk menambahkan jumlah piksel, mengakibatkan kualitas gambar memiliki kontras warna dan tingkat brightness lebih rendah dibanding TV UHD sebenarnya.

”Resolusi yang digunakan UHD TV yang tidak sesuai standar internasional itu ada yang hanya 2880 piksel x 2160 piksel dan 6,2 juta piksel, dibawah standar internasional TV UHD menurut Consumer Electronics Association (CEA) di Amerika dan Digital Europe (DE) di Eropa yang sebesar 3840 x 2160 piksel dan 8,3 juta piksel,” ungkap Corporate Marketing Director PT SEIN Jo Semidang. ”Harganya juga berkisar 15%-20% lebih murah dibanding TV UHD,” tambahnya.



Karena itu, Jo mengimbau agar konsumen lebih berhati-hati ketika ingin membeli TV UHD. ”Harus ada edukasi ke konsumen. Karena ketika mereka (konsumen) membeli TV UHD, seharusnya mereka juga mendapatkan eksperiens UHD, bukan sebaliknya,” ia menambahkan.

Apa dampak ketika konsumen membeli TV UHD palsu? Pertama, menurut Jo, standar resolusi UHD tidak terpenuhi. Sehingga konsumen tidak mendapatkan resolusi UHD sebenarnya. Kedua, teknologi RGBWhite tidak mampu mendefiniskan warna dengan baik.

”TV UHD tidak sesuai standar ini memakai teknologi RGBWhite untuk menghemat biaya. Tapi, sub piksel putih di RGBWhite membuat brightness (kecerahan) maupun colour definition (warna) menurun,” ungkapnya.

Lalu, bagaimana konsumen membedakan UHD palsu dan asli? Menurut Jo, ada dua cara paling mudah. Pertama, mencermati sertifikasi berupa logo UHD resmi keluaran DE dan CEA. ”Logo tersebut sudah kita benamkan di dalam produk TV UHD Samsung mulai pekan depan,” papar Jo.
logoCara kedua adalah dengan memotret layar TV UHD yang akan dibeli menggunakan smartphone dan melakukan perbesaran hasil gambar hingga 8 kali. Perbesaran hasil gambar TV UHD palsu akan menampilkan pola Red-Blue-Green-White, sementara di TV UHD polanya Red-Blue-Green.

Ketiga, cermati juga soal harga. Harga TV UHD palsu umumnya lebih murah.”Jika TV UHD Samsung ukuran 55 inci dibanderol Rp45 juta-Rp55 jutaan, harga TV dengan RGBWhite bisa dibawah Rp30 juta,” paparnya. ”Karena itu, konsumen harus lebih jeli dalam memilih TV UHD agar mereka dapat menikmati pengalaman menonton berkualitas UHD yang sebenarnya,” pungkasnya.
(dol)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak