alexa snippet

Nokia Security: Android Target Utama Malware

Nokia Security: Android Target Utama Malware
Nokia Security Center Berlin melaporkan Android masih menjadi platform selular yang merupakan target utama malware. Foto: Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Nokia Security Center Berlin, yang dioperasikan Threat Intelligence Lab Nokia, hari ini merilis hasil penelitiannya yang menunjukkan bahwa jaringan smartphone telah melampaui komputer dan laptop berbasis Windows (TM), menjadi penyebab 60% kegiatan malware pada selular. Android masih menjadi platform selular yang merupakan target utama malware.

“Sekuriti adalah perhatian utama setiap perangkat dengan IP address, apakah itu Android, iPhone atau bahkan PC Windows yang terkoneksi ke jaringan selular. Sementara virus-virus Android terus meningkat dan menjadi semakin canggih, Threat Intelligence Report Nokia pada akhir 2015 adalah yang pertama menemukan bahwa malware iOS berada di 20 teratas, dengan XcodeGhost sebagai malware malware keempat yang paling sering terdeteksi," ujar Kevin McNamee, pimpinan Threat Intelligence Lab Nokia dalam siaran persnya yang diterima Sindonews, Rabu (2/3/2016).

"Kami juga melihat peningkatan jumlah variasi aplikasi ransomware yang mencoba untuk memeras uang dengan mengklaim telah mengenkripsi data telepon. Pendekatan sekuriti Nokia mencapai ke dalam jaringan untuk menghentikan malware sebelum mencapai perangkat dan sebelum kerusakan terjadi,” tambahnya.

Threat Intelligence Report Nokia juga mengungkap peningkatan malware berbasis iOS, malware Android yang semakin canggih, serta ancaman ransomware selular yang terus meningkat.

Threat Intelligence Nokia mencatat akibat penurunan kegiatan adware, tingkat virus secara keseluruhan di jaringan-jaringan selular turun dari 0,75% menjadi 0,49% pada PC berbasis Windows yang terkoneksi ke Internet via jaringan selular pada semester kedua 2015. Adware adalah piranti lunak yang secara otomatis menampilkan atau mengunduh materi iklan (seringkali yang tidak diinginkan) ketika pengguna sedang online.

Pada periode yang sama, virus smartphone meningkat dan menjadi penyebab 60% dari virus yang terdeteksi di jaringan-jaringan selular. Di mana Android masih merupakan platform selular yang menjadi target utama malware.

Kemudian, untuk pertama kalinya sejak laporan dibuat, malware berbasis iOS – termasuk XcodeGhost dan FlexiSpy – berada di 20 teratas. Pada Oktober 2015, malware iPhone mewakili 6% dari total virus.

Terungkap, Malware XcodeGhost disuntikkan ke dalam aplikasi-aplikasi melalui kit pengembangan piranti lunak berbahaya yang digunakan para pengembang China untuk menciptakan aplikasi-aplikasi sah dan didistribusi melalui Apple App Store. Apple telah menghapus aplikasi-aplikasi ini dari Apple Store, tetapi beberapa malware masih aktif.

Ransomware – malware secara efektif menyandera perangkat dengan mengenkripsi data dan kemudian menguncinya. Sebagai contoh, CryptoLocker yang telah cukup lama beredar di PC Windows, tetapi beberapa variasinya juga menyerang Android pada 2015. Pemulihan hanya dapat dilakukan dengan membayar sejumlah uang kepada si penyerang melalui sebuah voucher tunai prabayar atau dengan bitcoin.

Malware selular semakin canggih dalam teknik-tehnik yang digunakannya untuk tetap berada dalam perangkat. Malware menjadi semakin sulit untuk di-uninstall dan bahkan dapat tetap bertahan walau dilakukan pengaturan ulang pabrik.



(dmd)
loading gif
Top