alexametrics

Usai Smartphone dan Tablet

Giliran Mesin Cuci Samsung Ikut Meledak

loading...
Giliran Mesin Cuci Samsung Ikut Meledak
Samsung Galaxy Note 7, S7 dan Tablet kini produk mesin cuci meledak
A+ A-
CALIFORNIA - Samsung tampaknya belum juga dapat terhindar dari masalah yang menghinggapi beberapa produknya. Pasca kejadian meledaknya Samsung Galaxy Note 7, S7 dan Tablet kini produk mesin cuci dari perusahaan asal Korea Selatan itu pun turut meledak., kini produk mesin cuci dari perusahaan asal Korea Selatan itu pun turut meledak.

Setidaknya sejak 2015 terdapat 21 kasus meledaknya mesin cuci Samsung yang terjadi di berbagai tempat di Amerika Serikat. Termasuk di antaranya adalah dua insiden yang baru-baru ini dilaporkan oleh ABC. Demikian dikutip dari DigitalTrends, Kamis (29/9/2016).

Dari jumlah kasus yang ada, tercatat dua diantaranya memutuskan untuk menempuh jalur hukum. Dimana mesin cuci Samsung yang meledak merupakan produk dengan desain top loading myang diproduksi antara Maret 2011 hingga April 2016.



Dalam hal ini, pihak Samsung pun telah berusaha untuk segera menangani permasalahan yang ada. Namun untuk sementara, belum ada keterangan resmi yang mengatakan apakah Samsung akan memberikan ganti rugi atau tidak atas kejadian tersebut.

Samsung mengklaim kejadian meledaknya mesin cuci ini terjadi akibat adanya vibrasi abnormal. Baik itu dari jumlah kain yang terlalu banyak atau bahan antiair masuk ke dalam mesin cuci.

Selain itu disarankan bagi para pemilik untuk menggunakan putaran ringan saat melakukan pencucian pakaian. Untuk saat ini kejadian meledaknya mesin cuci Samsung memang baru terjadi di Amerika Serikat. Namun twntu saja ridak menutup kemungkinan terjadi di negara lain.

Untuk melakukan antisipasi, Samsung telah menyediakan halaman support khusus, di mana para pemilik bisa melakukan pengecekan keamanan barang dengan memasukkan kode serial produk.

(wbs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak