alexametrics

Temuan Baru, Mutasi COVID-19 Mungkinkan Virus Hindari Serangan Antibodi

loading...
Temuan Baru, Mutasi COVID-19 Mungkinkan Virus Hindari Serangan Antibodi
Partikel SARS-CoV-2 (kuning berwarna artifisial) menginfeksi sel. Foto/NIAID
JAKARTA - Mutasi pada SARS-CoV-2 ternyata dapat membantu virus untuk menggagalkan molekul kekebalan atau antibodi yang kuat. Temuan ini sendiri belum diuji oleh peneliti lain. (Baca juga: Akan Timbulkan Kerumunan Massa, Cegah Kluster Baru saat Idul Adha)

Darah orang yang pulih dari COVID-19 mengandung molekul sistem kekebalan yang disebut antibodi penawar, zat yang menonaktifkan partikel dari virus Corona baru. Sebagian besar antibodi tersebut mengenali protein lonjakan coronavirus baru, yang digunakan virus untuk menginfeksi sel. Para peneliti berharap molekul-molekul ini dapat digunakan sebagai terapi, dan dapat diperoleh dengan vaksin.



Laman Nature.com mengungkapkan, Theodora Hatziioannou dan Paul Bieniasz di Universitas Rockefeller di New York, AS, dan rekan-rekannya merekayasa versi virus stomatitis vesikuler, yang menginfeksi ternak, untuk membuat protein spike. Mereka kemudian menumbuhkan virus di hadapan antibodi penawar (Y. Weisblum et al. Preprint di bioRxiv http://doi.org/d439; 2020).

Protein lonjakan pada virus hasil rekayasa memperoleh mutasi yang memungkinkan virus untuk lepas dari pengenalan oleh sejumlah antibodi penawar.



Tim juga menemukan mutasi ini dalam sampel SARS-CoV-2 dari orang yang terinfeksi di seluruh dunia, meskipun pada frekuensi yang sangat rendah. Pengobatan 'koktail' dari beberapa antibodi penetral, masing-masing mengenali bagian berbeda dari protein lonjakan, dapat menghentikan virus dari resistensi yang berkembang terhadap molekul-molekul ini, tulis para peneliti. Temuan ini sendiri belum ditinjau oleh peneliti lainnya.
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
KOMENTAR ANDA
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak