alexametrics

NASA Luncurkan Mars Rover, Pencarian Makhluk Luar Angkasa Dimulai

loading...
NASA Luncurkan Mars Rover, Pencarian Makhluk Luar Angkasa Dimulai
Roket Atlas V lepas landas membawa Mars Rover dari landasan 41 di Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral, Kamis (30/7/2020), di Cape Canaveral, Florida. Foto/Muh Iqbal M/SINDOnews/Capture Video Live NASA
CAPE CANAVERAL - Rover Mars terbesar dan tercanggih yang pernah dibangun -kendaraan seukuran mobil yang dipenuhi kamera, mikrofon, bor, dan laser- baru saja meluncur ke Planet Mars. (Baca juga: Bongkar Kecanggihan Perseverance, Robot Penjelajah Mars)

Diluncurkan oleh roket Atlas V, Rover MarsPerseverance merupakan bagian dari proyek ambisius membawa sampel batuan Mars pertama kembali ke Bumi untuk dianalisis sebagai bukti kehidupan purba.



Keberhasilan NASA menembus langit hari ini merupakan peluncuran Mars ketiga dan terakhir untuk tahun ini. China dan Uni Emirat Arab sudah memulai sejak pekan lalu, sedangkan Rusia terkendala teknis hingga harus menundanya tahun depan.

Ketiga misi itu dijadwalkan mencapai Planet Mars pada Februari 2021 setelah menempuh perjalanan selama tujuh bulan. Sedangkan rentang rutenya mencapai 300 juta mil atau 480 juta kilometer.



Rover Mars menggunakan sumber tenaga dari plutonium. Sedangkan roda penggeraknya berjumlah enam roda. Kendaraan itu akan menelusuri dan mengumpulkan spesimen geologi kecil yang akan dibawa pulang ke Bumi pada 2031. Proyek tersebut melibatkan beberapa pesawat ruang angkasa dan negara dengan anggaran lebih dari Rp118 triliun.

Kepala Misi Sains NASA, Thomas Zurbuchen, mengatakan, peluncuran itu merupakan awal dari perjalanan putaran pertama manusia ke planet lain. "Oh, aku menyukainya, membuat lubang di langit, kan? Turun dari pantai kosmik Bumi kita, mengarungi lautan kosmik," kata Thomas seperti dilansir dari laman usnews.com, Jumat (31/7/2020).

Selain menjawab pertanyaan kehidupan di Mars, misi ini akan menghasilkan pelajaran yang bisa membuka jalan bagi kedatangan astronot pada awal 2030-an. "Ada alasan mengapa kita menyebutnya ketekunan robot. Karena pergi ke Mars itu sulit,” kata Administrator NASA Jim Bridenstine sebelum lepas landas.

AS sedang mencari pendaratan kesembilan yang sukses di planet ini, yang telah terbukti sebagai Segitiga Bermuda eksplorasi ruang angkasa, dengan lebih dari setengah misi dunia ada yang terbakar, menabrak atau berakhir dengan kegagalan.

Seperti diketahui, China mengirim penjelajah dan pengorbit. Sedangkan UAE, pendatang baru di sains luar angkasa, mengungkap pengorbit yang juga dalam perjalanan menuju Mars.

Ini adalah "penyerbuan" terbesar ke Mars dalam sejarah luar angkasa. Kesempatan untuk terbang antara Bumi dan Mars muncul hanya sekali setiap 26 bulan ketika planet berada di sisi yang sama dari Matahari dan sekitar sedekat yang mereka bisa.

Jika semuanya berjalan baik, Mars Rover akan turun ke permukaan Planet Merah pada 18 Februari 2021, dalam apa yang disebut NASA tujuh menit teror, di mana pesawat itu bergerak dari 12.000 mph (19.300 kpj) menjadi berhenti total, tanpa intervensi manusia. Kendaraan ini membawa 25 kamera dan sepasang mikrofon.

Perseverance akan mengarah pada wilayah berbahaya yang belum dijelajahi, namanya Kawah Jezero. Daerah ini penuh dengan batu-batu besar, tebing, bukit pasir dan mungkin bebatuan yang mengandung kimia dari mikroba dari sebuah danau yang berusia lebih dari 3 miliar tahun lalu. Rover akan menyimpan sampel batuan setengah ons (15 gram) dalam lusinan tabung titanium supersteril.

Kendaraan juga akan merilis helikopter mini yang akan mencoba penerbangan bertenaga pertama di planet lain. Sekaligus menguji teknologi lain untuk mempersiapkan jalan bagi astronot masa depan. Termasuk, peralatan untuk mengekstraksi oksigen dari atmosfer karbon dioksida tipis Mars.

Rencananya, NASA dan Badan Antariksa Eropa akan meluncurkan "dune buggy" pada 2026 untuk mengambil sampel batuan, bersama dengan sebuah kapal roket yang akan menempatkan spesimen ke orbit di sekitar Mars. Kemudian pesawat ruang angkasa lain akan menangkap sampel yang mengorbit dan membawanya pulang.

Sampel diambil langsung dari Mars, bukan diambil dari meteorit yang ditemukan di Bumi. Ini untuk menjawab secara pasti pertanyaan mendalam tentang apakah kehidupan ada -atau pernah ada- di luar Bumi.

Dua pendarat NASA lainnya juga beroperasi di Mars, yakni InSight 2018 dan Curiosity rover 2012. Enam pesawat ruang angkasa lainnya sedang menjelajahi planet ini dari orbit, tiga dari AS, dua dari Eropa, dan satu dari India.
(iqb)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
KOMENTAR ANDA
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak