alexa snippet

Beli Rumah Takut Tertipu, Intip Rumah.com Property Index

Beli Rumah Takut Tertipu, Intip Rumah.com Property Index
Rumah.com meluncurkan Rumah.com Property Index yang bisa menjadi acuan bagi calon konsumen guna memutuskan akan membeli atau tidak suatu produk properti. Foto
A+ A-
JAKARTA - Harga rumah acap kali berfluktuasi, bahkan sangat memungkinkan turun. Namun kenyataannya banyak developer dan agen properti yang justru mengeluarkan jargon harga tiap bulan naik. Kondisi ini membuat calon konsumen properti, terutama untuk yang ingin pertama kali punya rumah frustrasi.

Terpanggil dengan kondisi tersebut, sekaligus membuat harga properti yang fair, Rumah.com meluncurkan Rumah.com Property Index yang bisa menjadi acuan bagi calon konsumen guna memutuskan akan membeli atau tidak suatu produk properti. "Kami berharap ini bisa membuat Anda lebih nyaman dengan keputusan membeli suatu properti," kata Country Manager Rumah.com, Wasudewan saat mengenalkan Property Index kepada wartawan di Jakarta, Rabu (29/3/3017).

Melalui indeks ini, Rumah.com ingin membantu para pencari hunian agar lebih mudah menemukan rumah idaman, karena dapat menemukan referensi harga yang wajar, sesuai dengan sentimen pasar. Dikatakannya, industri properti di banyak negara, termasuk di Indonesia, adalah salah satu pasar yang tidak transparan. Para spekulan dapat menentukan harga semaunya yang tidak sesuai harga pasar untuk mendapatkan keuntungan maksimal.

"Akibatnya, pencari hunian mendapatkan harga yang relatif tinggi. Unit atau hunian pun menjadi banyak yang tidak terpakai atau terbeli karena harga yang tidak terjangkau," ucap Wasudewan.

Bicara kevalidan data yang dipaparkan dalam Indeks tersebut, dia menegaskan, kepercayaan konsumen adalah nomor satu. Selain itu, Rumah.com dibangun karena adanya ketidaknyamanan konsumen dalam mencari properti terutama rumah.

"Kami menjembatani kepentingan konsumen dan developer. Di layanan kami sendiri, jika sudah 90 hari maka iklan rumah harus diturunkan. Sebab tidak mungkin harga rumah tetap dalam tiga bulan, pasti ada fluktuasinya. Jangan sampai dipasang iklan harga A, tapi begitu calon pembeli ke lokasi rumah harganya sudah naik. Itu menimbulkan ketidakpercayaan konsumen. Kami hindari ini," paparnya.

Ditanya bagaimana proses data itu dihasilkan, dia menyebutkan, ada 3,4 juta pengunjung yang mengakses 17 juta halaman setiap bulan yang mencakup 400.000 listing properti dari seluruh Indonesia. "Dengan data dari berbagai lokasi, tipe properti, volume supply serta permintaan harga, kami menghadirkan Rumah.com Property Index yang akan bisa menjadi salah satu solusi dari masalah properti di Indonesia,” kata Wasudewan.

Property Index menyajikan analisis data properti dalam skala nasional dan wilayah tertentu yang akan dirilis setiap kuartal. Informasi yang disajikan dalam indeks juga berguna bagi konsumen properti untuk mengambil keputusan, serta bagi agen dan developer untuk menentukan harga dan menganalisis tren pasar properti di Indonesia. Data Rumah.com Property Index ini dapat diakses melalui www.rumah.com/berita-properti/category/rumah-com-property-index.

Keberadaan indeks inipun diapreasi oleh Vice President, Economist, Bank Permata, Joshua Pardede.

“Di lapangan memang banyak konsumen menemukan kesulitan untuk membeli rumah dikarenakan harga properti tidak sesuai dengan nilai pasar, lokasi serta fasilitas yang mendukung. Melalui Property Index diharapkan dapat memberikan informasi yang kredibel terkait dengan harga rumah/properti sehingga dapat membatu masyarakat dalam mengambil keputusan ke depannya. Dengan demikian, sektor properti Indonesia dapat tumbuh lebih sehat,” ujar Josua.

Dia mengatakan, harga rumah memang berfluktuasi sehingga dibutuhkan pedoman atau petunjuk agar konsumen tidak merasa tertipu dengan harga yang ditebus. "Yang jelas masih ada jutaan keluarga belum memiliki rumah. Ini adalah peluang yang juga bisa di baca oleh perbankan melalui KPR," katanya.



(dmd)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top