alexa snippet

Malware Cenderung Serang Komputer Dibanding Smartphone

Malware Cenderung Serang Komputer Dibanding Smartphone
Ransomeware menjadi salah satu jenis malware yang ditakuti oleh para pengguna internet. FOTO/ IST
A+ A-
JAKARTA - Kesemrawutan digital (digital clutter) merupakan fenomena yang mengganggu perangkat digital modern dikarenakan semakin meningkatnya resiko terhadap data-data yang tersimpan di smartphone, tablet ataupun komputer. Resiko ini timbul karena buruknya “kerapihan” digital dari para pengguna.

Penelitian terbaru Kaspersky Lab mengungkapkan bahwa sikap pengguna terkait perawatan aplikasi dan pemeliharaan perangkat yang menyebabkan data-data sensitif pada komputer dan tablet menjadi sangat rentan terhadap ancaman keamanan.

"Perangkat digital yang kita gunakan setiap hari menyimpan data-data berharga yang pastinya pengguna tidak ingin jatuh ke tangan yang salah atau kehilangan karena perangkat mengalami crashing atau terinfeksi malware. Memerangi kesemrawutan digital perlu dilakukan perawatan dan pemeliharaan dalam kehidupan digital, seperti dalam dunia nyata, dalam rangka menghindarkan diri dari aksi kejahatan para hacker,” ujar Andrei Mochola, Head of Consumer Business Kaspersky Lab, Rabu (19/4/2017).

Penelitian yang ada menunjukkan bahwa mengontrol konten di perangkat merupakan sebuah tugas yang cenderung dihindari oleh pengguna. Hanya ada setengah dari pengguna yang merevisi konten pada komputer dan tablet mereka secara teratur, tetapi cuma dua dari tiga pengguna (63%) yang melakukan hal ini pada smartphone mereka. Namun, prilaku ini biasanya dikarenakan smartphone memiliki memori kurang dari komputer dan tablet. Bahkan, 35% dari pengguna telah menghapus aplikasi pada smartphone mereka karena kurangnya penyimpanan, sedangkan hanya 13% dari pengguna pada komputer melakukan hal yang sama.

Seperempat pengguna tidak ingat kapan terakhir kali mereka melakukan uninstall aplikasi di komputer mereka, angka ini turun menjadi 12% untuk smartphone. Hal ini menyebabkan situasi di mana sepertiga dari aplikasi pada komputer pengguna menjadi sia-sia karena tidak pernah digunakan, tetapi tetap berada pada hard disk, memakai banyak ruang dan berpotensi berjalan di latar belakang, sehingga menempatkan data-data sensitif menjadi berisiko.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa pengguna tidak memperlakukan perangkat mereka sama pentingnya. Survei menemukan bahwa 65% dari pengguna melakukan pembaruan aplikasi di smartphone mereka segera setelah diluncurkan, memberikan aplikasi tersebut dengan patch keamanan dan update terbaru. Sebaliknya, pengguna cenderung lambat dalam memperbarui aplikasi pada tablet dan komputer, masing-masing hanya 42% dan 48% yang memperbarui aplikasi sesegera mungkin.
(wbs)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top