alexametrics

Jika Tak Dibeli AS, TikTok Bisa Musnahkan YouTube dan Facebook?

loading...
Bloomberg menyebut porsi terbesar pendapatan TikTok berasal dari ongkos pengiklan. Statistik ini sepadan dengan laporan sejumlah perusahaan survei platform daring yang menyebut peningkatan pengiklan di AS sepanjang pandemi bisa menyentuh 17,3 persen sevara year on year.

Facebook tentu tak senang bila disalip oleh pesaing. Untuk mengalahkan hanya ada dua cara yang dilakukan Facebook. Pertama menciptakan fitur yang sama dengan pesaingnya. Contohnya fitur Instagram yang dibuat mirip dengan Snapchat.

Kedua, dengan aplikasi baru sejenis. Untuk menyaingi TikTok, Facebook meluncurkan aplikasi Lasso. Bentuknya sama-sama sebagai aplikasi video pendek. Aplikasi ini diluncurkan pada 2018 lalu.

Saat ini Lasso baru tersedia AS)dan Meksiko. Pada kuartal I-2020, Lasso dikabarkan akan meluncur di India. Ini menjadi persaingan langsung karena TikTok sangat berjaya di India.

Untuk mempromosikan Lasso, Facebook dikabarkan akan menggaet para influenser dan selebritas. Facebook bahkan berapa membayar lebih mahal dari yang ditawarkan TikTok, seperti dikutip dari Hindustan Times.
(wbs)
halaman ke-2 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
KOMENTAR ANDA
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak