alexametrics

TikTok: Bagi Anda Menyenangkan, tapi bagi Trump dan Politisi Kami Ancaman

loading...
TikTok: Bagi Anda Menyenangkan, tapi bagi Trump dan Politisi Kami Ancaman
Pemerintah AS di bawah kendali Presiden Donald Trump menilai TikTok masih menjadi ancaman keamanan nasional bagi Amerika Serikat. Namun bagi warganya, aplikasi ini justru menyenangkan. Foto/Ist
JAKARTA - Pro Kontra kehadiran aplikasi berbagi video populer, TikTok, terus berlanjut. Presiden AS, Donal Trump, baru saja menyatakan TikTok sebagai aplikasi haram sebelum perusahaan seharga Rp700 triliun lebih itu ada digenggaman swasta Amerika. (Baca juga: Paksa Beli TikTok, Trump Minta Microsoft Jangan Kasih Napas Aplikasi China)

Aplikasi ini sendiri sudah terlanjut populer di AS. Ambil contoh Marcy Granger, yang pertama kali mengunduh TikTok pada awal tahun lalu. Petugas Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) berusia 29 tahun itu sebelumnya tidak tahu bahwa perusahaan China memiliki aplikasi video pendek yang populer.



Kemudian TSA melarang pekerjanya menggunakan TikTok untuk keterlibatan media sosial agensi tersebut, karena masalah keamanan nasional. Saat itulah Granger mengetahui bahwa aplikasi video itu milik ByteDance, sebuah perusahaan teknologi berbasis di Beijing.

Pengungkapan itu tidak menghentikan Granger, yang telah mengumpulkan lebih dari 166.000 pengikut di aplikasi, dari membuat video TikTok. Warga Denver tersebut menyinkronkan lip ke musik pop dan mem-posting pesan motivasi tentang kehidupan dan menjadi ibu di aplikasi selama waktu luangnya.



Dia kadang-kadang memakai seragam TSA-nya di rumah dalam videonya, tetapi tidak memberikan rincian keamanan tentang pekerjaannya. "Itu tidak benar-benar membuat saya takut karena beberapa orang tidak menyadari semua media sosial dan semua data dilacak," kata Granger, yang juga menjalankan bisnis pemasaran media sosial. (Baca juga: Jika Tak Dibeli AS, TikTok Bisa Musnahkan YouTube dan Facebook?)
halaman ke-1 dari 4
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
KOMENTAR ANDA
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak