alexametrics

Pembicaraan Microsoft dan ByteDance Bubar Gara-gara Donald Trump

loading...
Pembicaraan Microsoft dan ByteDance Bubar Gara-gara Donald Trump
Microsoft dan ByteDance terpaksa menunda pembicaraan untuk mendapatkan kejelasan dari Gedung Putih terkait rencana larangan operasional TikTok di AS. Foto/Ist
JAKARTA - Wall Street Journal melaporkan Microsoft dan ByteDance telah menunda pembicaraan ketika perusahaan berusaha untuk mendapatkan kejelasan dari Gedung Putih terkait rencana larangan operasional TikTok di AS. (Baca juga: Selain AS Lagi Bokek, Ini yang Bikin TikTok Kecilkan Langkah Trump)

Kedua perusahaan itu telah melakukan pembicaraan, sumber yang mengetahui perundingan mengatakan, dan komentar Trump tadi malam mengejutkan mereka. Sumber lain mengatakan, Gedung Putih terlibat dalam pembicaraan selama berminggu-minggu dan tujuannya adalah agar TikTok dimiliki oleh perusahaan Amerika.



Dalam sebuah pernyataan hari ini, seorang juru bicara Gedung Putih mengatakan, "Administrasi memiliki masalah keamanan nasional yang sangat serius terhadap TikTok. Kami terus mengevaluasi kebijakan masa depan."

Reuters melaporkan, pemilik aplikasi, ByteDance China, diduga menawarkan untuk melepaskan seluruh operasi TikTok AS. Dengan lebih dari 2 miliar pemasangan dari App Store Apple dan Google Play Store di seluruh dunia, aplikasi ini memungkinkan pembuat konten untuk menghasilkan video berdurasi 15 atau 30 detik. Konten khas termasuk tarian, lelucon komedi, dan protes.



Aplikasi ini telah membantu pra-remaja, remaja, dan bahkan orang dewasa menghabiskan waktu saat dipaksa masuk karena pandemi. TikTok memiliki sekitar 80 juta pengguna harian aktif di Amerika Serikat dan diperkirakan memiliki nilai lebih dari Rp700 triliun.
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
KOMENTAR ANDA
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak