alexa snippet

MTW Luncurkan KITA PAY, Aplikasi Berbasis Syariah

MTW Luncurkan KITA PAY, Aplikasi Berbasis Syariah
Pimpinan Majelis Taklim Wirausaha (MTW) Ustaz Valentino Dinsi, MM, MBA saat memberikan peparan peluncuran KITA PAY di Jakarta, Senin (19/6/2017). FOTO/ SINDO
A+ A-
JAKARTA - Terobosan baru kembali dilakukan Majelis Taklim Wirausaha (MTW) dengan meluncurkan KITA PAY di Jakarta. Produk ini merupakan produk berbasis aplikasi berbasis teknologi android dan untuk memberikan jaminan tranparansi dan akuntabilitas.

Lewat aplikasi ini konsumen dimanjakan dalam bertransaksi. Komsumen bisa melakukan transaksi berbagai macam pembayaran atau tagihan secara elektronik. Sementara keuntungan transaksi elektronik ini termasuk nilai profit dan bagi hasilnya akan dapat dilihat secara elektronik pula.

Pimpinan MTW, Ustaz Valentino Dinsi, MM, MBA mengatakan, aplikasi yang dikembangkannya selalu mengutamakan transparansi. Transparansi dan akuntabilitas diatas segalanya dalam menjalankan usaha ritel,” bebernya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (19/6/2017).

 Dalam aplikasi Kita Pay, terdapat fitur Kita Peduli yang diharapkan umat lebih mudah dalam hal membayar zakat, infaq dan sedekah (ZIS).Lalu fitur Kita Peduli, menggandeng lima lembaga ZIS terbesar dan terbaik di bidangnya, seperti Rumah Zakat, IZI, Dompet Dhuafa, Baznas, dan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Ustaz Valentine Dinsi mengatakan, setelah ini pihaknya akan meluncurkan berbagai unit sektor ekonomi berbasis komunitas lainnya.

“Selain ada Kita Mart, Kita Pay, juga ada Kita Peduli. Ke depan akan ada Kita Jek, Kita Car, Kita Food dan Kita-Kita lainnya. Insya Allah akan ada 500 jasa yang akan dimunculkan. Ini semua menjadi milik umat Islam,” kata dia.

Adapun KITA PAY awalnya hadir untuk melengkapi sistem elektronik Minimarket Kita Mart. Dengan sistem ini, konsumen yang juga sekaligus sebagai pemilik Kita Mart yang terdiri dari ratusan orang tersebut dapat melihat secara real time omzet, profit serta bagi hasil para investor. Dengan demikian, transparansi dan akuntabilitas bisnis Kita Mart dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Jadi nggak bisa main-main. Kasir dan supplier nggak bisa main-main, karena proses bisnisnya diawasi oleh ratusan investor setiap waktu,” tuturnya.

Pada bagian lain permintaan untuk menghadirkan Kita Mart cukup banyak. Bukan hanya kawasan Jadebotabek, tapi juga di seluruh Indonesia. Melihat banyaknya  permintaan tersebut, seperti diakui Valentino Dinsi, pihaknya kesulitan meng-cover kebutuhan itu.  “Saat ini, kita baru bisa meng-cover Jabotabek, dan Jawa Barat,” katanya.

Untuk mengantisipasi permintaan yang besar itu, Kita Mart yang digawangi oleh Majelis Taklim Wirausaha (MTW) berkolaborasi dengan seorang pengusaha besar.Kita Mart diharapkan menjadi bisnis model, mimpinya adalah mengembangkan 100.000 Kita Mart berbasis masjid dan masyarakat sekitar.MTW sebagai penggerak kebangkitan ekonomi umat dengan spirit 212, tentu bukan hanya sekedar mendirikan retail, tapi membangun ekonomi umat.“Kami mengkampanyekan kebangkitan ekonomi umat, bukanlah setelah 212, tapi sejak 12 tahun yang lalu ,” sebutnya.
(wbs)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top