alexa snippet

e-Commerce Malaysia Ekspansi ke Indonesia

e-Commerce Malaysia Ekspansi ke Indonesia
A+ A-
JAKARTA - Affiliate Junction (AJ) besutan iSYNERGY Group of Companies (iSYNERGY) yang mulai diperkenalkan di Indonesia pada akhir 2016, meluncurkan program inovatif yang menawarkan pengalaman belanja online ekstra hemat, bahkan dapat mencetak ribuan entrepreneur baru yang bergerak di bidang pemasaran afiliasi, melalui program yang bernama Smart$aver (S$). “Smart$aver merupakan cara ideal untuk Shop Smart, Save Smart secara online. Smart$aver menghubungkan merchant dan konsumen dengan menyajikan sistem reward berupa Cash Points dan Reward Points setiap berbelanja online pada merchant apapun yang terdaftar dalam laman Smart$aver Indonesia, www.smartsaver.id,”kata Deputy General Manager I Synergy International (M) Sdn Bhd,  YD Leong dalam keterangan tertulisnya Selasa (20/6/2017).

Affiliate Junction merupakan model pemasaran afiliasi berplatform e-commerce yang akan diterapkan di berbagai negara di kawasan ASEAN. Berdiri sejak tahun 2008 di Malaysia dibidani oleh Dato’ Lawrence Teo, iSYNERGY kini memiliki 14 Pusat Pelatihan di Negeri Jiran. Perusahaan induk, iSynergy Group Limited telah sukses terdaftar di Australian Securities Exchange (ASX) pada Maret 2017. Di Indonesia, AJ dikelola dan beroperasi di bawah bendera PT Inovatif Sinergi Internasional.

Di Smart$aver, terdapat lebih dari 100 toko online atau merchant antara lain Mataharimall , Zalora, Lazada, Pegipegi, Tees.co.id, Berrybenka, Blibli.com, Hijabenka, Kliknklik, Alfacart, Agoda, Gogomall, dan lain sebagainya. Menurut Founder iSYNERGY yang juga menjabat sebagai CEO Dato’ Lawrence Teo, Indonesia merupakan pasar yang potensial. Pasalnya, Indonesia merupakan rumah bagi 137 juta pengguna internet.  Data dari Social Research & Monitoring soclab.co menunjukkan, pada 2015 pengguna internet di Indonesia mencapai 93,4 juta dengan 77 persen di antaranya mencari informasi produk dan belanja online. Pada 2016, jumlah online shopper mencapai 8,7 juta orang dengan nilai transaksi sekitar USD4,89 miliar.

“Bila merujuk pada populasi penduduknya, potensi perkembangan e-commerce di Indonesia sangat besar. Cita-cita menjadikan Indonesia sebagai pelaku ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan proyeksi nilai transaksi e-commerce 130 miliar dolar Amerika per tahun pada 2020 bukanlah hal yang mustahil,” katanya.



(dmd)
loading gif
Top