Grab Siapkan Produk Investasi Mikro dan Pinjaman Daring bagi Konsumen

loading...
Grab Siapkan Produk Investasi Mikro dan Pinjaman Daring bagi Konsumen
Berdiri pada 2018, Grab Financial Group adalah jasa keuangan dari raksasa ride-hailing Grab. Serangkaian produk layanan keuangan baru yang disiapkan Grab adalah investasi mikro, pinjaman, asuransi kesehatan, dan program bayar nanti. FOTO/IST
JAKARTA - Grab baru saja mengumumkan serangkaian produk layanan keuangan baru, termasuk investasi mikro, pinjaman, asuransi kesehatan, dan program bayar nanti.Baca Juga:Data-data Ini Mengindikasikan Ekonomi RI Hanya Mampu Tumbuh Minus

Platform yang berbasis di Singapura ini memulai usahanya pada 2012 sebagai perusahaan transportasi, kemudian berkembang menjadi pengiriman barang dan layanan lainnya.Baca Juga:Ekonomi RI Diramal Minus 4-6%, Pengusaha: Jangan Sampai Resesi!

Pada Februari lalu, Grab mengumumkan telah menyediakan dana sebesar USD856 juta atau setara Rp12,6 triliun untuk mempercepat pengembangan layanan pembayaran dan keuangannya.

“Fokus kami adalah memberikan produk yang bermanfaat bagi konsumen. Menurut kami profit dan layanan jangka panjang akan mengikutinya,” kata kata Senior Managing Director Grab Financial Group, Reuben Lai, dikutip dari TechCrunch, Rabu (5/8/2020).

Berdiri pada 2018, Grab Financial Group adalah jasa keuangan dari raksasa ride-hailing Grab. Selama ini, layanan keuangan Grab fokus ditunjukkan pada pengemudi dan penjual yang menggunakan platform miliknya.

Kini produk baru dari Grab Financial Group ditunjukkan bagi konsumen, seperti layanan fasilitas kesehatan. Produk tersebut bakal diluncurkan di Indonesia.



Produk investasi mikro bernama AutoInvest lahir setelah Grab Financial mengakuisisi startup Bento Invest. Chandrima Das, pendiri Bento yang sekarang menjabat sebagai Kepala GrabInvest, menjelaskan, investasi mikro yang ditawarkan dapat diakses melalui dompet digital Grab.

Dengan layanan ini, pengguna bisa berinvestasi setidaknya SGD1 per transaksi pada aplikasi Grab, yang akan dikelola oleh Fullerton Fund Management dan UOB Asset Management, dengan potensi return sekitar 1,8% per tahun.

Grab memaparkan, layanan ini akan diluncurkan pertama kalinya di Singapura, pada awal September mendatang.

Selain itu, bagi pengguna Grab di Singapura dan Malaysia, perusahaan juga akan menghadirkan layanan yang memungkinan konsumen membayar biaya penggunaan Grab di setiap akhir bulan.

Head of Landing Grab Financial Group, Ankur Mehrotra, menuturkan, pihaknya juga menawarkan pinjaman kepada konsumen yang dananya berasal dari bank maupun lembaga keuangan pihak ketiga lain yang sudah berlisensi.



“Prosesnya sederhana cukup dari aplikasi. Anda bisa melakukannya sambil duduk di sofa dan menonton Netflix,” kata Ankur.
(wbs)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
KOMENTAR ANDA
Top