alexa snippet

Awal Mula Lahirnya Baidu, Ini Cerita Lengkapnya

Misalnya layanan pengiriman makanan hingga pembelian tiket bioskop. Namun, Li menyebut bahwa dirinya tidak pernah tenang dan terus berupaya mengembangkan layanan. Ia selalu yakin bahwa suatu saat akan ada startup yang layanannya dapat segera menggantikan core business Baidu di bidang mesin pencari.

"Suatu hari nanti mesin pencari tidak berguna seiring banyaknya pengguna internet di China menggunakan aplikasi mobile di ponsel dibandingkan peramban web," katanya.

Dari 620 juta pengguna internet di China, 90% di antaranya memiliki akses ke mobile (data 2015). "Saya selalu mengamati perkembangan startup di China. Mereka bisa membesar dan terus mengikis bisnis Anda, dan menggantikan Anda dengan cepat," katanya.

Otak di Balik Kebangkitan Baidu
Pendiri Baidu, Robin Li, tidak puas dengan pencapaian Baidu "hanya" sebagai mesin pencari terbesar di China. Fokus barunya adalah bidang baru yang sedang diperebutkan semua raksasa teknologi dunia: kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Investor sangat antusias terhadap hal itu. Pada awal 2017 saham Baidu diperdagangkan senilai USD168. Sekarang sudah meningkat jadi USD270 dan diprediksi menembus USD300. Menurut Li, kecerdasan buatan adalah pasar potensial yang luar biasa.

"Sedangkan Baidu, sejak awal didirikan sangat fokus di riset, juga punya keinginan besar untuk sukses," imbuhnya. "Setiap perusahaan memiliki DNA-nya sendiri, dan Baidu adalah perusahaan teknologi," tambahnya.

Menurut Li, Baidu memang sukses pada era desktop, mendominasi mesin pencari di Tiongkok. Namun, pada era mobile, tantangannya jauh lebih rumit. "Pada era mobile Anda harus menciptakan ekosistem/platform sendiri agar orang dapat membuat konten untuk Anda," sebutnya.

Di sinilah Baidu mendapatkan tantangan dari perusahaan seperti Google dan Apple. Nah, pada era kecerdasan buatan, Baidu kembali melihat kesempatan besar. "Kita telah memasuki era baru, era kecerdasan buatan, dan teknologi menjadi penting lagi," katanya. "Anda butuh bahasa terbaik untuk memproses teknologi, butuh teknologi pemroses gambar terbaik, teknologi menganalisis data terbaik, dan kami sangat menguasai bidang-bidang itu," bebernya.

Ketika pengguna mengetikkan kata pencarian atau query, misalnya, Baidu akan mencoba menebak apa maksudnya dan menyediakan jawaban terbaik dari kata pencarian itu. "Nah, itu merupakan bagian dari kecerdasan buatan, di mana komputer dapat memahami manusia dan memberikan jawaban atau layanan tertentu," katanya.

Baidu menginvestasikan 15% dari pendapatan perusahaan untuk riset dan pengembangan (R&D). Tepatnya senilai USD1,5 miliar. "Mungkin yang terbesar di antara perusahaan China lainnya," katanya. "Hampir semuanya melibatkan kecerdasan buatan," ia menambahkan.

(amm)
halaman ke-2 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top