alexametrics

Apple Akuisisi Shazam Senilai Rp5,4 Triliun

loading...
Apple Akuisisi Shazam Senilai Rp5,4 Triliun
Apple Akuisisi Shazam Senilai Rp5,4 Triliun. (Istimewa).
A+ A-
LONDON - Apple segera mengakuisisi aplikasi pengenalan musik Shazam senilai USD400 juta atau Rp5,4 triliun. Kesepakatan itu akan memungkinkan Apple mengintegrasikan fitur konsumen populer secara langsung ke iPhone saat mahkota inovasi Apple terancam oleh Google dan Samsung. Aplikasi Shazam membuat penggunanya dapat mengidentifikasi musik yang dimainkan di dekatnya, seperti lagu di restoran atau kafe.

Aplikasi itu dengan cepat menjadi salah satu aplikasi smartphone paling populer saat diluncurkan pada 2009 dan diunduh lebih dari satu miliar kali oleh konsumen.

Google baru-baru ini memasang teknologi serupa pada smartphone Pixel 2. Versi teknologi Google secara konstan memonitor musik di dekatnya, menampilkan judul lagu di layar smartphone. Fitur inilah yang mungkin membuat Apple menyimpulkan harus menawarkan fungsi serupa di iPhone agar tidak terlihat tertinggal oleh pesaingnya.

Chief Executive Officer (CEO) Shazam Rich Riley sebelumnya menjelaskan pada Busines Insider bahwa perusahaan lebih besar yang ingin memperkuat basis di musik atau iklan, tertarik pada aplikasi itu.

Perwakilan dari Apple dan Shazam belum memberikan respon untuk berkomentar tentang rencana akuisisi tersebut. Kabar tentang akuisisi itu pertama kali muncul dari laporan TechCrunch pada Jumat (8/12) yang menjelaskan, kesepakatan itu diperkirakan ditandatangani pekan ini.

Laporan tentang minat Apple mengakuisisi Shazam itu muncul pada hari yang sama saat Apple mengumumkan eksekutif Jony Ive akan mengelola manajemen tim desain perusahaan. “Nilai sebesar USD400 juta yang ditawarkan Apple pada Shazam itu lebih rendah dari perkiraan nilai terbaru USD1,02 miliar,” papar laporan Pitchbook, dikutip Business Insider.

Shazam yang didirikan pada 1999 itu menghasilkan pendapatan USD50 juta pada tahun lalu, menurut sumber yang mengetahui perusahaan tersebut. Perusahaan yang berbasis di London itu telah menciptakan basis data lebih dari 11 juta “sidik jari akustik” yang digunakan untuk mengidentifikasi berbagai lagu.

Yang terbaru, Shazam mengembangkan teknologi augmented reality (AR) yang memungkinkan pengguna mengarahkan smartphone ke label khusus untuk melihat informasi tambahan. Bermintra dengan pembuat gin, Bombay Saphire, mereka membuat botol menampilkan berbagai perubahan saat konsumen mengarahkan smartphone ke botol tersebut.

Saham Apple tidak berubah setelah beberapa jam perdagangan pada Jumat (8/12/2017).

Aplikasi Shazam tak hanya mampu mengidentifikasi musik. Aplikasi itu juga dapat mengidentifikasi film, iklan dan tayangan televisi berdasarkan tampilan singkat atau suara singkat yang dideteksi aplikasi tersebut.

Software itu dapat digunakan untuk Windows, macOS dan smartphone. Perusahaan dengan nama lengkap Shazam Entertainment Limited itu didirikan oleh Chris Barton, Philip Inghelbrecht, Avery Wang, dan Dhiraj Mukherjee.

Pada Desember 2013, menurut CEO Rich Riley, Shazam menjadi salah satu dari sepuluh aplikasi paling populer di dunia. Pada Agustus 2014, Shazam memiliki lebih dari 100 juta pengguna aktif per bulan dan digunakan pada lebih 500 juta perangkat mobile.

Pada Oktober 2014, Shazam mengumumkan teknologi mereka telah digunakan untuk mengidentifikasi 15 miliar lagu. Pada Oktober 2016, Shazam mengumumkan aplikasinya telah diunduh lebih dari 1 miliar kali dan para pengguna telah memanfaatkan lebih dari 30 miliar Shazams sejak peluncurannya.

Shazam menggunakan mikropon di smartphone atau komputer untuk mengumpulkan sampel suara yang dimainkan. Aplikasi itu menciptakan sidik jari akustik berdasarkan sampel itu dan membandingkannya dengan pusat data untuk pencocokan.

Jika ditemukan kecocokan, Shazam akan mengirim informasi seperti penyanyi, judul lagu dan album pada pengguna. Beberapa penerapan Shazam menggabungkan link terkait layanan seperti iTunes, Spotify, YouTube, atau Groove Music. (Syarifudin)
(nfl)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak