alexametrics

Belanja Iklan Digital Semakin Gila-Gilaan

Jadi Influencer Cari Duit Paling Mudah Kids Zaman Now

loading...
Jadi Influencer Cari Duit Paling Mudah Kids Zaman Now
Era Kids Zaman Now banyak orang yang merekam setiapkan kegiatan mereka dan diunggah di Youtube dan Instagram dengan tujuan mendapat benefit FOTO/ Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Platform media sosial (medsos) sekarang merupakan tempat yang paling banyak diperebutkan orang untuk mencari duit dengan mudah di Internet. Dan sekarang setiap orang berlomba-lomba menjadi Influencer untuk mencari keuntungan finansial.

Berdasarkan pengamatan SINDOnews di era Kids Zaman Now seperti saat ini banyak orang yang merekam setiapkan kegiatan mereka dan diunggah  di media sosial seperti, Youtube, Facebook dan Instagram dengan tujuan mendapat benefit (keuntungan) dari sosial media tersebut.



Instagram dan Youtube kini menjadi sosmed yang paling diincar dibagi jutaan orang di seluruh dunia untuk berbisnis, pasalnya Instagram mendekati satu miliar pengguna aktif bulanan, dan dengan jangkauan khalayak yang sangat besar, pemberi pengaruh sosial yang paling besar.

Seperti dilansir dari Visualcapitalis, tInstagram yang merupakan anak perusahaan dari Facebook (diakuisisi oleh Facebook pada tahun 2012) memakai teknologi yang mirip dengan Facebook Advertising . Bahkan, beriklan di Instagram dilakukan dalam power editor Facebook.

Diperkirakan bahwa 65% orang dewasa di Amerika Serikat. menggunakan jejaring sosial, angka ini  melonjak menjadi 90%.Media sosial telah menjadi perlengkapan dalam kehidupan sehari-hari.

Jadi jika Anda adalah Influencer  (orang-orang yang punya followers atau audience yang cukup banyak di social media dan mereka punya pengaruh yang kuat terhadap followers mereka, seperti artis, selebgram, blogger, youtuber), maka kesempatan untuk meraup keuntungan mereka lebih banyak.

Founder and President of the Social Media Casting and Management Agency Socialyte Collective Beca Alexander mengungkapkan, millennial influencer merupakan sarana pemasaran terefektif saat ini dan menjadi agensi bagi mereka merupakan peluang bisnis yang menguntungkan.

Dilansir dari theguardian, Alexander mengungkapkan salah satu influencernya memperoleh pendapatan sekitar USD 1 juta tahun lalu. Ia mengambil komisi sebesar 10% dari portofolio kliennya. Setelah mendirikan bisnisnya sejak tujuh tahun lalu dan mengalami pertumbuhan tahunan sebesar dua digit, omzet bisnis ini pun diprediksi naik 2,5 kali lipat tahun ini.

Memiliki sekitar 100 influencer yang masing-masing memiliki 30 ribu hingga dua juta pengikut, Alexander berbagi strategi kesuksesan Socialyte Collective. Menurutnya, ada berbagai cara memperoleh pendapatan tersebut. Hal mendasar adalah dengan menyusun strategi yang sesuai dengan gaya pemirsa dari masing-masing millennial influencer.

“Beberapa brand hanya fokus dalam mempromosikan sebanyak mungkin produk mereka tak melihat sinergi yang penting antara influencer dengan brand itu sendiri,” terang Alexander. Menurutnya, sinergi yang tercipta antara produk dengan millennial influencer nyatanya merupakan hal terpenting untuk mencapai kesuksesan suatu promosi.

Mantan blogger berita fashion ini mengungkapkan, pemasar terbaik tahun ini didominasi oleh influencer perempuan. Namun, Socialyte Collective berupaya menambah sejumlah bintang pria menyusul kesuksesan klien terdahulunya, Adam Gallagher. Gallagher sukses menjual gaya hidupnya yang direpresentasikan dengan elegan dan memperoleh kontrak kerja jangka panjang dengan Armani.

Beberapa langkah lain untuk mendukung bisnis ini adalah dengan berupaya mengambarkan citra online yang sempurna. Merekrut pengamat fotografer still-life dan style, seniman make-up, stylist, asisten, dan editor diperlukan bagi klien yang sudah sampai pada level influencer tingkat atas.

Tidak jauh berbeda dengan Alexander, Callum McCahon, Strategy Director at the Social Media Agency Born Social mengatakan, meski ada begitu banyak strategi, para pelaku bisnis ini kembali harus mengingat target audiens dan mempertahankan orisinalitas dari brand dan millennial influencer itu sendiri. Ini merupakan hal terpenting yang harus diperhatikan.

“Alasan merek menggunakan influencer adalah hubungan saling percaya yang mereka miliki dengan pengikut mereka,” kata McCahon.
(wbs)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak