Donald Trump Larang Transaksi Apapun dengan TikTok dan WeChat

loading...
Donald Trump Larang Transaksi Apapun dengan TikTok dan WeChat
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. FOTO/ IST
NEW YORK - Menyusul pengumuman awal pekan ini bahwa TikTok dan aplikasi China lainnya seperti WeChat akan di larang di Amerika Serikat, Presiden AS Donald Trump hari ini menandatangai perintah eksekutif untuk secara resmi melarang transaksi apapun dengan perusahaan China ByteDance dan Tencent.BACA JUGA -Pak Haji dari Makassar Sukses Bikin Ninja ZX-25R Jadi Motor Murahan

Perintah eksekutif itu mulai berlaku dalam 45 hari. Perintah itu datang setelah pemerintahan Trump mengatakan bahwa pekan ini pihaknya meningkatkan upaya untuk membersihkan aplikasi China dari jaringan digital AS, demikian dikutip dari Reuters, Kamis (7/8/2020).

Trump menyebut TikTok dan WeChat sebagai salah satu aplikasi dengan ancaman terbesar. Tiktok yang sangat populer saat ini mendapat kecaman dari anggota parlemen AS dan pemerintah atas masalah keamanan nasional seputar pengumpulan data.

Perintah tersebut secara efektif akan melarang WeChat di Amerika Serikat dalam 45 hari dengan larangan sejauh diizinkan berdasarkan hukum yang berlaku, transaksi apa pun yang terkait dengan WeChat oleh siapa pun, atau terkait dengan properti apa pun, tunduk pada yuridiksi Amerika Serikat.BACA JUGA -Pak Haji dari Makassar Sukses Bikin Ninja ZX-25R Jadi Motor Murahan

Trump pekan ini mengatakan akan mendukung penjualan operasi TikTok AS ke Microsoft, jika pemerintah AS mendapat "porsi besar" dari harga penjualan, namun tetap memperingatkan akan memblokir layanan tersebut pada 15 September.



Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo memperluas upaya pada program yang dijuluki Jaringan Bersih atau Clean Network untuk mencegah berbagai aplikasi China serta perusahaan telekomunikasi China mengakses informasi sensitif tentang warnga negara dan bisnis AS.

TikTok sendiri memiliki basis pengguna yang cukup besar di AS yakni 100 juta pengguna. Meskipun WeChat tidak populer di negara ini, aplikasi yang memiliki lebih dari 1 miliar pengguna di China.
(wbs)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
KOMENTAR ANDA
Top