alexametrics

Album Sound of Tri

Ruang Apresiasi bagi Musisi Muda Bertalenta

loading...
Ruang Apresiasi bagi Musisi Muda Bertalenta
Ruang Apresiasi bagi Musisi Muda Bertalenta. (Dok. Tri).
A+ A-
JAKARTA - Provider telekomunikasi 3 (Tri) konsisten mendukung pemberdayaan anak muda Indonesia lewat peluncuran album digital “Sound of Tri”.

Album digital tersebut mengusung 10 grup band dengan beragam genre dari Padang, Palembang, Pontianak, Singkawang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Malang yang menghadirkan karya musik perpaduan modern dan tradisional.



Ajang “Sound of Tri” memang berupaya menjaring bakat band-band indie lokal dari sejumlah kawasan di Indonesia. Lagu band yang terpilih lantas disatukan dalam album kompilasi. Audisi Road to Sound of Tri sebelumnya sudah diselenggarakan di 13 kota.

Mengusung konsep electrical forest, acara menjaring bakat bermusik tersebut diikuti 300 band indie. Pemenang audisi antara lain D Plust dari Padang, Friendship dari Palembang, DNA band dari Singkawang, Manjakani dari Pontianak, Sheís Bro dari Pontianak, Japra dari Jakarta, Garamerica dari Bandung, Paberik Bamboe dari Bandung, Sumber Kencono dari Malang, dan Jendela New Diary dari Yogyakarta. Para pemenang disatukan dalam album kompilasi.

“Tri memberikan ruang kreasi dan ambisi bagi anak muda di Indonesia, termasuk dalam industri musik. Karena itu, album digital ini diharapkan bisa bermanfaat bagi para band indie untuk mengembangkan karier,” ujar Dolly Susanto, Chief Commercial Officer Tri Indonesia, kepada KORAN SINDO seusai launching album digital “Sound of Tri” di Empirica, kawasan SCBD, beberapa waktu lalu.

Masing-masing band yang terlibat dalam album tersebut telah melalui serangkaian perjalanan panjang. Dimulai mengikuti Road to Sound of Tri, seleksi empat band terbaik di Sound of Tri Electrical Forest di Malang dan Jakarta bersama para musisi papan atas Indonesia, serta melewati proses live recording album serta syuting video klip di Jakarta.

Dalam album tersebut, sebagian besar musisi atau band juga memberi warna tersendiri lewat penggunaan instrumen tradisional yang memberikan dimensi warna baru dalam musik mereka membuat album ini lebih beragam. Kelompok DNA asal Singkawang, Kalimantan Barat, misalnya, menambahkan bebunyian dau yang menghiasi lagu Mimpi Kehidupan . Alat musik tradisional khas suku Dayak Kalimantan itu menyerupai bonang dalam gamelan Jawa.

Saat tampil langsung di panggung, warna tradisional dalam ramuan musik DNA semakin kaya berkat penggunaan sape, instrumen musik petik mirip gitar yang hanya menggunakan dua atau tiga senar.

Album “Sound of Tri” dan RBT-nya dapat dinikmati secara gratis dengan membeli kartu perdana BM Musik. Selain itu, pelanggan Tri dapat juga menikmati musik karya 10 band “Sound of Tri” ini melalui aplikasi bima+. (Thomasmanggalla)

 

 

 
(nfl)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak