alexametrics

Mitsubishi Xpander dan Wuling Jadi Fenomenal di Tahun 2017

loading...
Mitsubishi Xpander dan Wuling Jadi Fenomenal di Tahun 2017
jenis low MPV ini mencapai 310 ribuan unit atau sekitar 41,2 persen dari total pangsa pasar otomotif nasional yang ada. Kendaraan yang bermain di level harga Rp 150 juta Rp 200 juta ini dipoles sedemikian rupa agar memikat konsumen. FOTO/ SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Kehadiran Mitsubishi Xpander dan Wuling mendapatkan banyak sorotan di tahun 2017. Menurut data volume penjualan jenis low MPV ini mencapai 310 ribuan unit atau sekitar 41,2 persen dari total pangsa pasar otomotif nasional yang ada. Kendaraan yang bermain di level harga Rp 150 juta – Rp 200 juta ini dipoles sedemikian rupa agar memikat konsumen.

Semua APM punya jenis ini sebagai jagoan. Toyota dengan Avanza, Daihatsu dengan Xenia, Suzuki dengan Ertiga, Mitsubishi awalnya dengan Maven kini dengan Expander, Honda dengan Mobilio, dan Nissan dengan Evalia. Ini hanya beberapa contoh pemain low MPV dari masing-masing merek.



Kabar yang teranyar dan tidak hanya membawa produk adalah Wuling. Pabrikan mobil China ini bukan hanya sekadar impor kendaraan low MPV dalam kadaan utuh atau semi utuh, tetapi juga memproduksi di dalam negeri. Ratusan miliar bahkan triliunan rupiah digelontorkan untuk mendirikan pabriknya di Karawang, Jawa Barat.

Namun dalam kenyataan di pasar, semua merek itu ternyata tak sepneuhnya bisa bertahan di pasar dengan kondisi prima. Berbagai produk itu datang silih berganti, apakah itu Toyota, Suzuki, Daihatsu, maupun Honda dan Nissan, serta Mitsubishi, namun semuanya tak bisa bertahan lama. Beberapa merek mencoba mengubah perwajahan bentuk mobilnya, namun tak direspon dengan cepat oleh pasar.

Mitsubishi Xpander dan Wuling Jadi Fenomenal di Tahun 2017

Fakta yang ada hanya beberapa yang bertahan, khususnya Toyota, Daihatsu, dan Suzuki dengan merek abadinya Avanza, Xenia, dan Ertiga. Selebihnya tenggelam. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir Toyota dan Xenia tetap diurutan pertama dan kedua, sedangkan Ertiga datang silih berganti posisinya.

Posisi Toyota Avanza maupun Daihatsu Xenia sejak 10 hingga lima tahun terakhir tetap menguasai pangsa teratas dan kedua di Indonesia. Berbagai penawaran dan isu diusung oleh Ertiga, Livina, Mobilio, maupun maven untuk menyatakan mereka yang terbaik, terlincah, dan teririt di kelasnya. Namun pada kenyataannya tetap saja tumbang. Mereka berada jauh di bawah dua merek tersebut, yakni  Avanza dan Xenia yang hingga kini tetap menjadi primadona di kelas low MPV.

PT Honda Prospect Motor (HPM) yang terbukti sukses meluncurkan Honda Mobilio mengaku tidak terlalu khawatir dengan kehadiran Xpander. Karena sejak awal Honda mengaku tidak buru-buru menjadi market leader.

”Tugas kami adalah megenalkan produk kepada konsumen. Lalu, konsumen harus puas. Jangan sampai setelah beli produknya nanti servisnya tidak ada atau running cost-nya mahal,” ungkap Marketing & After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy kepada SINDOnews di ICE BSD.

 Menurut Jonfis market share Honda dari 6% menjadi 20% salah satu sebabnya adalah promosi mulut ke mulut (mouth to mouth) konsumen yang puas. ”Bahwa produk Honda tidak hanya bagus, tapi juga irit, serta biaya servisnya ternyata tidak tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu,  Rafael Jeffry Anwar Sani bos situs jual mobil mengatakan, kehadiran MPV Low baru. Kehadiran kendaraan serba guna atau lebih dikenal MPV kelas middle low end seperti Mitsubishi Xpander dan Wuling Confero, diyakini Jeffry tidak akan banyak menggangu pasar mobil bekas.

“Kalau untuk Mitsubishi Xpander sih tidak akan menganggu pasar mobil bekas, karena persaingannya hanya dengan sesama MPV baru, bukan yang bekas, Ini justru akan menggairahkan pasar mobil di Indonesia secara keseluruhan” katanya.

Sementara untuk Wuling Confero, konsumen antusias namun masih menunggu ketangguhan mobil asal China ini di Indonesia. Daya uji kekuatan mobil hingga layanan purnajualnya serta membangun brand image merupakan tugas Wuling kedepannya, melihat pengalaman sebelumnya dengan mobil asal negeri jiran yang pernah hadir di Indonesia. Dengan kekuuatan jaringan layanan purna jual Wuling, kami yakin mereka akan menjadi pesaing yang mumpuni di pasar otomotif tanah air.

“Para pedagang mobil bekas online maupun offline berpendapat, Wuling akan bersaing secara sehat. Kemungkinan pedagang akan membandingkan mobil Wuling dengan Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia bekas. Karena kedua model mobil bekas itu masih jadi andalan jualan utama pedagang mobil bekas,” jelas Jeffry.
(wbs)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak