RIP Kirin, Huawei Konfirmasi Mate 40 Ponsel Terakhir dengan Chipset Internal

loading...
RIP Kirin, Huawei Konfirmasi Mate 40 Ponsel Terakhir dengan Chipset Internal
HiSilicon menjadi perusahaan China pertama yang dimasukkan dalam daftar 10 besar pembuat semikonduktor awal tahun ini, menurut IC Insights. Sekarang anak perusahaan raksasa manufaktur China pembuat chipset Kirin itu kemungkinan akan ditutup. Foto/Ist
Counterpoint, IDC, dan Canalys, sepakat menyatakan Huawei menjadi pabrikan smartphone terlaris di dunia sepanjang kuartal dua (Q2) 2020. Namun ini belum bisa menolong mereka menghadapi tekanan Presiden AS Donald Trump terkait teknologi chipset.

Chipset
Kirin pun diprediksi menuju ke peristirahatan terakhir (RIP). (Baca juga: Laris Manis di Tengah Pandemi, Huawei Halus Geser Samsung)

Huawei sendiri masih sanggup menghadapi hadangan Trump melalui Huawei Mobile Service (HMS) ketika Google telah membatasi perangkat terbarunya untuk menggunakan aplikasi dan layanannya sesuai perintah Pemerintah AS. Ya, kesal Huawei masih bicara banyak ditingkat global, AS mewajibkan produsen yang menggunakan teknologi Amerika untuk meminta izin eksplisit sebelum menjual semikonduktor ke Huawei.

Perusahaan Manufaktur Semikonduktor Taiwan (TSMC) pun telah mengonfirmasi tidak lagi menerima pesanan baru dari Huawei. Dan ini menempatkan masa depan chip Kirin dalam ketidakpastian.

Mate 40 Didukung Kirin 1020
Kematian chip Kirin dikonfirmasi CEO Grup Bisnis Huawei, Yu Chengdong. Laman Phone Arena melaporkan, Chengdong mengungkap bahwa produksi chip Kirin akan dihentikan setelah 15 September, menurut media lokal China.



Sebelumnya, perusahaan diharapkan untuk mendiversifikasi produksi chip ke Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC), yang merupakan produsen chip kontrak terbesar di China. Analis tidak begitu yakin tentang itu dan mereka meragukan keahlian serta kapasitas SMIC untuk membuat chip kuat untuk Huawei.

Ternyata mereka benar, karena Huawei telah mengakui itu dan mengatakan chip Kirin tidak dapat diproduksi lagi. Chengdong menyebut ini sebagai kerugian besar bagi perusahaan.

TSMC akan mengirimkan semua pesanan Kirin 1020 sebelumnya, chip yang mungkin akan memberi daya pada Mate 40 mendatang pada 14 September. Chip ini tampaknya didasarkan pada proses 5nm, metode manufaktur yang sama yang menggunakan Qualcomm Snapdragon 875G kemungkinan akan dibuat.

Mate 40 Diluncurkan September 2020
Kirin 1020 diperkirakan akan meningkatkan 50% kinerja smartphone dibandingkan Kirin 990 yang menggerakkan Mate 30. Huawei juga telah mengonfirmasi Mate 40 akan menjadi ponsel terakhir perusahaan yang memiliki chipset internal.

Silikon internal memiliki keunggulannya sendiri, seperti integrasi yang lebih baik dan biaya lebih rendah. Jadi kondisi tersebut tidak diragukan lagi merupakan pukulan besar bagi Huawei.



Sebelumnya, dilaporkan, karena jumlah chip Kirin 1020 yang tidak mencukupi, Huawei mungkin mengikuti strategi dual-chip. Tetapi bocoran baru menunjukkan mereka tetap menggunakan chipset sendiri.

Handset tersebut akan diumumkan pada bulan September dan kemungkinan dirilis terlebih dahulu di negara asal perusahaan China tersebut sebelum sampai ke pasar Eropa.

Bagaimana Nasib HiSilicon?
HiSilicon menjadi perusahaan China pertama yang dimasukkan dalam daftar 10 besar pembuat semikonduktor awal tahun ini, menurut IC Insights. Sekarang anak perusahaan raksasa manufaktur China tersebut kemungkinan tidak akan mendesain chip lagi, bahkan mungkin ditutup.

Qualcomm tampaknya akan mencoba memenangkan persetujuan Biro Industri dan Keamanan Departemen Perdagangan AS untuk membuat chip bagi Huawei tahun depan. Jika tidak, ponsel yang akan datang ini akan ditenagai oleh MediaTek.

Sedangkan untuk SMIC, mereka telah memproduksi Kirin 710A. Ini adalah chip 14nm dan proses ini sudah cukup lama. Karenanya, kita tidak akan terkejut jika Huawei menilai kembali keputusannya mengerjakan chipset bersama SMIC.

Samsung yang sudah memasok panel OLED dan chip memori ke Huawei tampaknya tidak tertarik untuk menjual chipnya ke perusahaan China tersebut. Alasabta, mereka tidak ingin terjebak di tengah perselisihan Huawei-AS.

Huawei sendiri masih belum menyerah pada OS Harmony. Mereka juga menegaskan akan meluncurkan jam tangan pintar tahun ini. Smart TV Honor Vision sudah menjalankan OS tersebut dan perusahaan berencana memigrasi semua perangkatnya, termasuk smartphone, ke sistem operasinya sendiri di masa mendatang. (Baca juga: China Ingin Donald Trump Kalah dalam Pilpres 2020 AS)

Industri seluler tentunya akan menunggu strategi apa yang akan dijalankan Huawei ke depan. Karena publik sudah mengetahui perusahaan ini tak pernah menyerah dengan lingkungan sekitarnya. Bahkan itu membuatnya kuat sampai sekarang.
(iqb)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
KOMENTAR ANDA
Top