Tuding China Curi Data, Justru AS Sembunyikan Pelacak di Aplikasi

loading...
Tuding China Curi Data, Justru AS Sembunyikan Pelacak di Aplikasi
The Wall Street Journal melaporkan, Anomaly Six LLC, perusahaan yang berbasis di Virginia menanamkan perangkat lunak pelacak di berbagai aplikasi seluler. Mereka terkoneksi dengan Pemerintah AS. Foto/Giz China
WASHINGTON - Belakangan ini, ada banyak masalah antara Pemerintah AS dan banyak aplikasi China. Menurut Presiden Donald Trump, aplikasi asal China digunakan oleh Pemerintah Komunis untuk memata-matai warga Amerika. (Baca juga: Microsoft Sekarang Nafsu Ingin Kuasai Operasi TikTok di Seluruh Dunia)

Trump mengklaim aplikasi mengumpulkan data pengguna Amerika dan mentransfernya ke China. Meski tidak ada bukti signifikan, Pemerintah Amerika melarang aplikasi beroperasi di Paman Sam. Korban terakhirnya adalah aplikasi video pendek populer, TikTok dan perpesanan instan, WeChat.

Menariknya, sebuah laporan terbaru di The Wall Street Journal menunjukkan, AS sama bersalahnya dengan China -itupun kalau benar tudingan Trump.

Menurut laporan tersebut, Anomaly Six LLC, perusahaan yang berbasis di Virginia menanamkan perangkat lunaknya di berbagai aplikasi seluler. Ini memungkinkan perusahaan melacak ratusan juta smartphone secara global.

Inilah bagian yang menarik, Anomaly Six LLC memiliki hubungan yang kuat dengan Departemen Pertahanan dan Intelijen AS. Yang lebih menarik, fakta bahwa pendiri perusahaan adalah dua veteran militer AS dengan latar belakang intelijen.



Saat ini, perangkat lunak Anomaly Six LLC aktif di lebih dari 500 aplikasi seluler. Sebagian besar aplikasi ini digunakan oleh orang Amerika. Apakah ini berarti tidak masalah bagi Pemerintah AS untuk memata-matai warganya sendiri?

Cara Kerja Anomaly Six LLC
Dengan sendirinya, perusahaan tidak mengembangkan aplikasi, namun, pengembang aplikasi membayar untuk menyertakan kode pelacakannya di aplikasi mereka. Pelacak akan mengumpulkan data pengguna secara anonim dan mengirimkannya ke Anomaly Siz LLC. Laporan tersebut mengklaim perusahaan mengumpulkan data ini dan menjualnya ke Pemerintah AS.

Menariknya, laporan tersebut juga mengklaim bahwa semua yang dilakukan aplikasi ini adalah legal. Selama datanya tidak digunakan untuk tujuan komersial, tidak ada salahnya.

Tetapi bayangkan aplikasi China ditemukan membawa kode seperti itu? Kita bahkan tidak bisa membayangkan bahaya apa yang akan menyusul.

Pertanyaan lainnya adalah "Apakah itu berarti aplikasi Amerika dapat membawa kode pelacakan seperti itu dan bukan aplikasi dari negara lain?"



Bagian baiknya, data ini dikumpulkan secara anonim. Artinya, pengguna aplikasi tersebut tidak disebutkan. Tetapi jika Anda memiliki aplikasi semacam itu di handphone, maka pengguna harus khawatir.

Melalui aplikasi semacam itu, siapa pun yang memiliki kode tersebut tahu di mana Anda tinggal, bekerja, tidur, makan, dan segalanya. Mereka juga melihat seluruh perilaku pengguna dan mungkin memutuskan untuk memeriksa Anda. (Baca juga: Rp37 Triliun Disiapkan untuk BLT Karyawan Swasta Rp600.000 Per Bulan)

Sayangnya, The Wall Street Journal tidak mencantumkan aplikasi tersebut meskipun Anomaly Six mengkonfirmasi laporan tersebut. Sampai sekarang, publik Amerika tidak tahu apa yang dilakukan Pemerintah AS dengan data ini. Mungkin untuk mengamankan warganya dan sesuatu yang berhubungan dengan “kontra-terorisme”, inilah alasan yang biasa untuk melakukan kegiatan mata-mata.
(iqb)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
KOMENTAR ANDA
Top