alexametrics

Mahasiswa RI Siap Bertarung dalam Lomba Mobil Hemat di Singapura

loading...
Mahasiswa RI Siap Bertarung dalam Lomba Mobil Hemat di Singapura
Sembilan perwakilan tim mahasiswa dari sejumlah universitas di Indonesia foto bersama dengan Direktur Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Didin Wahidin (kanan). Foto/Ainun Najib
A+ A-
YOGYAKARTA - Selama empat hari, 26 tim mahasiswa dari 20 perguruan tinggi di Indonesia akan bertarung di Singapura. Mereka akan berkompetisi dengan 100 tim lainnya dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah.

Berbagai persiapan terus dilakukan oleh tim dari Indonesia, termasuk Tim Semar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang membawa mobil berbahan bensin dan listrik. UGM mengirimkan dua tim yakni yakni Tim Semar Urban dan Tim Semar Proto.

Tim Semar Urban menggunakan mobil hemat energi dengan bahan bakar bensin sementara Tim Semar Proto menggunakan mobil listrik.

Manager Tim Semar Urban, Antonius Andhika Angkasa, timnya telah melakukan persiapan khusus untuk mengikuti kejuaraan bertajuk Make The Future Singapore 2018 di Changi Exhibition Center Singapore pada 8-11 Maret 2018 tersebut.

“Sejak Desember 2017 kami setiap hari selalu latihan. Pagi hari sebelum kuliah kami latihan di Maguwo, Sleman, “ terang mahasiswa semester 6 Fakultas Teknik Mesin UGM ini saat ditemui di sela-sela acara pelepasan tim Indonesia di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Selasa (27/2/2018).

Dari hasil latihan tersebut mobil Tim Semar yang menggunakan mesin sepeda motor Supra 152 cc mampu memberikan hasil yang mengembirakan. “Sejauh ini kami telah mencapai angka lebih dari 300 kilometer per liter saat pengujian,” imbuhnya.

Pemilihan bahan bakar bensin dilakukan lantaran bahan bakar ini adalah bahan bakar umum yang digunakan sehari-hari oleh masyarakat. “Harapannya riset kami ini bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Target kami juara 1 untuk kategori urban concept internal,” tambahnya.

Tim Semar UGM sudah merintis mobil hemat energi ini sejak 2009 silam. Mereka telah mengikuti berbagai kejuaraan baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Sementara itu Tito Setyadi, driver mobil Semar Urban menjelaskan saat ini mobil yang akan digunakan untuk bertanding baik yang berbahan bakar bensin dan listrik sudah dikirim ke Singapura sejak pertengahan Februari. Praktis timnya sudah tidak latihan lagi hanya memantapkan strategi dan lainnya.

Mahasiswa Fakultas Teknik Mesin UGM ini mengaku tidak memiliki tips khusus agar mobil yang dikendarainya. “Kuncinya lihat medan. Jangan sampai terlalu ditekan atau kurang dalam menekan pedal gas. Intinya harus menyesuaikan medan dan stabil,” paparnya.

Berbeda dengan tim dari UGM, Tim Garuda Eco dari Universitas Negeri Yogyakarta mengaku menjadi pendatang baru. Tim Garuda Echo baru terbentuk dua tahun lalu.

Manajer Garuda Echo, Ilham Yoga menyebut timnya menurunkan mobil Garuda Putih. Sebagai pendatang baru, Ilham mengakui bahwa mobil yang mereka bawa belum pernah menjuarai sebuah kompetisi. Meski demikian Ilham mengaku tim mereka solid.

“Mobilnya belum unggul, tapi yang diunggulkan adalah tim kita. Kedatangan rektor UNY di acara bukti kebersamaan dan semangat kami,” terangnya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak