alexametrics

Diisukan Jual Data ke China, Menkominfo Lakukan Klarifikasi

loading...
Diisukan Jual Data ke China, Menkominfo Lakukan Klarifikasi
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengklarifikasi hoax yang disebarkan oleh akun @Partaihulk. Foto/Akun Twitter Menkominfo
A+ A-
JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara terusik dengan salah satu akun Twitter yang membicarakan dirinya. Akun Twitter dengan nama @PartaiHulk baru-baru ini membagikan cuitan yang menyebutkan Menkominfo telah membocorkan 70 juta data pengguna ke intelejen China.
Diisukan Jual Data ke China, Menkominfo Lakukan Klarifikasi
Mengklarifikasi bahwa cuit tersebut tidak benar, pria yang akrab disapa Chief RA ini pun memberi penjelasan melalui akun Twitter pribadinya.

"Selamat pagi. Tweet dari @PartaiHulk mengandung fitnah yang sangat keji & tidak berdasar. Yang disampaikan tidak benar dan dapat diduga sebagai perbuatan yang dilarang UU ITE. Mari selalu Tabayyun hindari fitnah berjamaah. Jangan sampai fitnah/hoax banyak disebar di medsos," demikian cuit Menkominfo 7 jam yang lalu, Selasa (13/3/2018).

Sebelumnya akun @PartaiHulk yang memiliki 10.000 pengikut men-cuit bila Menkominfo dipaksa kejar target dengan menjual data KK (kartu keluarga) dan NIK (nomor induk kependudukan) untuk kepentingan Pilpres 2019.

"Menkominfo Rudiantara dipaksa intelejen China untuk bocorkan minmal 70 juta data KK dan NIK yang sesuai | Rudiantara dipaksa kejar target paling lambat akhir Mei tahun ini untuk produksi jutaan KTP  di Beijing atas arahan Xi Jin Ping untuk pemenangan Jokowi," demikian cuit akun tersebut.

Saat ditelusuri, akun @PartaiHulk memang banyak menyebarkan informasi terkait situasi politik Tanah Air. Namun tidak jelas siapa orang yang berada dibalik akun ini.
(mim)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak