alexametrics

Ini Alasan Hawking Lebih Percaya Ilmu Pengetahuan Ketimbang Agama

loading...
Ini Alasan Hawking Lebih Percaya Ilmu Pengetahuan Ketimbang Agama
Terinspirasi guru matematika bernama Dikran Tahta, Hawking dikenal selalu tertarik pada ilmu pengetahuan, khususnya matematika. Foto/thinking-minds
A+ A-
JAKARTA - Fisikawan dunia, Stephen Hawking telah berpulang di usia ke 76 tahun. Terkenal sangat cerdas di ilmu pengetahuan, tapi dia menolak teori keberadaan Pencipta-nya.

Stephen Hawking pantaslah menjadi seorang ilmuwan beken karena di aliran darahnya mengalir DNA seoarang peneliti. Ayahnya, Dr Frank Hawking, mengepalai Divisi Parasitologi di National Institute for Medical Research, London, Inggris. Sedangkan ibunya Isobel Hawking adalah ibu rumah tangga biasa.

Lahir pada 8 Januari 1942, dia memiliki dua saudara kandung yaitu Philippa dan Mary, dan saudara adopsi, Edward. Pada 1950, Hawking dan keluarganya pindah ke St Albans, Hertfordshire.

Dilansir dari berbagai sumber, di sana Stephen Hawking bersekolah di St Albans High School for Girls dari 1950-1953. Di usia 11 tahun, Hawking bersekolah di St Albans School. Lalu melanjutkan ke jenjang lebih tinggi yakni University College, Oxford.

Terinspirasi guru matematika bernama Dikran Tahta, Hawking dikenal selalu tertarik pada ilmu pengetahuan, khususnya matematika. Dr Frank Hawking sendiri beharap anaknya itu masuk ke University College, Oxford, tempat dulu dia bersekolah.

Hawking lalu mempelajari ilmu pengetahuan alam dan mendapat beasiswa. Di kampus tersebut dia mengambil spesialisasi fisika.

Setelah menerima gelar BA. di Oxford pada 1962, Hawking tetap tinggal di kampus untuk mempelajari astronomi. Kemudia dia memilih pergi ketika mengetahui bahwa mempelajari bintik matahari tidak sesuai untuknya.

Setelah angkat kaki dari kampus, Hawking lebih tertarik pada teori daripada observasi. Tak lama kemudian masuk ke Trinity Hall, Cambridge, mempelajari astronomi teoritis dan kosmologi.

Segera setelah tiba di Cambridge, gejala sklerosis lateral amiotrofik (ALS) yang akan membuatnya kehilangan hampir seluruh kendali neuromuskular-nya mulai muncul. Pada 1974, dia tidak mampu makan atau bangun tidur sendiri.

Suaranya menjadi tidak jelas sehingga hanya dapat dimengerti oleh orang yang mengenalnya dengan baik. Pada 1985, ia terkena penyakit pneumonia dan harus dilakukan trakeostomi sehingga ia tidak dapat berbicara sama sekali.

Seorang ilmuwan dari Cambridge membuat alat yang bisa membuat Hawking menulis apa yang ingin dikatakan pada sebuah komputer, lalu dilafalkan melalui sebuah voice synthesizer.

Pemikiran di Bidang Fisika

Hawking meyakini bahwa kehidupan ekstraterestrial memang ada dan menggunakan basis matematis untuk asumsinya. "Menurut otak matematisku, angka menunjukan bahwa keberadaan alien sangatlah rasional. Tantangan terbesar adalah memperkirakan seperti apakah alien itu," katanya menguatkan asumsinya tentang keberadaan makhluk luar angkasa.

Dia menilai alien tidak hanya ada di planet-planet, tapi mungkin juga ada di tempat lain. Antara lain, bintang atau mengapung di angkasa luas.

Hawking juga memperingatkan bahwa beberapa spesies alien mungkin memiliki peradaban yang maju dan dapat mengancam Bumi. Hubungan dengan spesies seperti itu dapat membahayakan seluruh umat manusia. "Jika alien mengunjungi kita, hasilnya akan sama seperti ketika Columbus mendarat di Amerika, yang tidak berakhir baik bagi penduduk asli Amerika," katanya mengingatkan.
halaman ke-1 dari 2
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak