alexametrics

Legalitas Tanda Tangan Digital Dijamin UU ITE

loading...
Legalitas Tanda Tangan Digital Dijamin UU ITE
Marshall Pribadi, Chief Executive PT Officer Privy Identitas Digital, saat menjelaskan aplikasi digital signature di Sleman, DIY, Sabtu (17/3/2018). Foto/Muh Iqbal M/SINDOnews
A+ A-
SLEMAN - Apakah Anda pernah mengalami kejadian pihak kedua yang menyangkal isi dokumen perjanjian yang ditandatangani? Kini dengan teknologi digital semua pihak yang terlibat dalam dokumen tak bisa memungkiri kesepakatan sebelumnya.

"Kami menawarkan tanda tangan digital untuk masyarakat secara individu atau perseroan untuk memanfaatkan teknologi yang kami punya. Nama aplikasinya PrivyID," kata Marshall Pribadi, Chief Executive Officer Privy Identitas Digital di Sleman, DIY, Sabtu (17/3/2018).



Menurut dia, dengan teknologi Asymmetric Criptography maka pihak-pihak yang terlibat dengan dokumen perjanjian tidak akan bisa mengubahnya secara sepihak.

"Karena secara teknologi dokumennya hanya dapat dibuka dengan dua kunci, yakni private dan publik. Semua pihak yang terlibat masing-masing memiliki dokumen ini," ujarnya.

Dia menuturkan, yang dimaksud dengan digital signature di sini bukan dokumen kertas di-scan atau foto untuk digitalisasi. Kalau demikian, sangat mudah untuk mengubah dokumen.

"Tinggal potong tandatangannya lalu unggah dokumen baru. Jadi ini bentuk digital yang mudah dipalsukan. Kalau teknologi Asymmetric Criptography tidak begitu, tapi naskah diubah dalam bentuk kode sehingga tak bisa diubah. Dan diperkuat masing-masing punya dokumennya," kata Marshall Pribadi.

Secara hukum, lanjut dia, digital signature juga dijamin perundangan yang berlaku. "Dasar hukumnya Pasal 11 ayat 1, UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Pasal 52 ayat 1 dan 2 PP No 82/2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. Serta Peraturan OJK No 77/2016 pasal 1 ayat 15," kata Marshall.
halaman ke-1 dari 3
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak