alexametrics

Intip Fitur Top Kamera Mirrorless Fujifilm X-H1

loading...
Intip Fitur Top Kamera Mirrorless Fujifilm X-H1
Kehandalan kamera X-H1 dalam mengambil objek bergerak coba diuji lewat rangkaian Fujifilm explore X-H1 di Padang. FOTO/ ANTO K/ SINDOnews
A+ A-
PADANG - Sistem in-body image stabilization (IBIS) yang berguna meminimalis efek getaran saat pengambilan gambar maupun video yang disematkan pada kamera X-H1 menjadi keunggulan utama dari produk anyar Fujifilm ini. Kehandalan kamera X-H1 dalam mengambil objek bergerak coba diuji lewat rangkaian Fujifilm explore X-H1 di Padang yang memasuki hari kedua, Sabtu (17/3) dengan mengunjungi jembatan Siti Nurbaya dan gelaran balap sapi atau yang disebut pacu jawi.

Fitur autofokus X-H1 yang disempurnakan agar semakin optimal dengan kondisi minim cahaya, diuji dalam pengambilan gambar sunset maupun aktivitas nelayan di pagi hari. Selanjutnya giliran fitur IBIS yang dijajal oleh para fotografer saat even pacu jawi. Kemampuan X-H1 untuk menangkap momen yang bergerak sangat cepat seperti halnya balap sapi menjadi tantangan tersendiri.

IBIS untuk pertama kali diperkenalkan pada X series lewat Fuji X-H1, fitur penstabil pada body kamera ini mampu meminimalis terjadinya blur sampai 5.5 stop. Sisten IBIS dibekali dengan 3 sumbu akselerometer, 3 sumbu Gyro sensor dan dual prosesor yang dikembangkan khusus sehingga mampu menghasilkan hingga 10.000 kalkulasi per detik. Dengan dukungan fitur ini, kualitas gambar terbaik dan performa presisi dapat dicapai.

Fujifilm sangat tahu sekali bagaimana menselaraskan hasil jepretan gambar dan perekaman video sama bagusnya. Fitur 5-azis image stabilization dapat digunakan pada seluruh lensa XF dan XC. Ditambah fitur 5.5 stop image stabilization bisa dipakai di lensa XF yang tidak memiliki Optical Image Stabilization (OIS). Melihat lebih dalam, XH1 memakai sensor 24.3 MP APSC-C X-Trans CMOS III tanpa low-pass filter dan prosesor X-Processor Pro berkecepatan tinggi.

Melalui kamera X-H1, Fujifilm juga menghadirkan flicker reduction pertama di model X Series dan algoritma AF yang ditingkatkan untuk memotret di kondisi yang lebih berat. Dengan mode ini mampu menjaga eksposur lebih stabil saat memotret dengan kondisi beragam pencaahayaan. Flicker reduction dinilai merupaka  yang esensial untuk fotografi olahraga indoor.

AF kamera X-H1 juga mendapatkan peningkatan, dimana batasan low-light untuk phase detection AF meningkat dari 1.5 stops ke 0.5EV sampai dengan -1.0EV, memberikan peningkatan kecepatan AF signifikan di lingkungan yang minim cahaya. Diafragma minimal meningkat dari F8 ke F11 Peningkatan yang cukup massif di performa AF di mode AF-C ketika mengoperasikan zoom. Hal itu membuat keuntungan ketika memotret subjek yang pergerakannya sulit diprediksi.

Selain jendela bidik yang bagus, kamera X-H1 juga terpasang layar LCD 3 inchi yang dapat diubah dalam tiga posisi untuk memudahkan dalam pengambilan gambar low angle. Selain itu dengan magnifikasi 0.75x dan resolusi 3.69 juta pixel merupakan yang terbaik di kamera mirrorless. LCD layar sentuh memiliki resolusi 1.04 juta pixel. Ditambah sub-LCD berukuran 1.28 yang terdapat di bagian atas kamera, guna dapat memberikan informasi pemotretan lebih cepat.

Para fotographer juga dimanjakan dengan viewfinder display sangat halus dengan time lag hanya 0.005 detik dan frame rate 100 fps, memungkinkan menangkap pergerakan objek dengan presisi dan akurat. Tak hanya disupport spesifikasi terbaik, dari sisi luar bodi kamera X-H1 sangat solid dan tahan untuk pemakaian di lingkungan yang lebih beragam yang terbuat dari bahan magnesium.

Bodi X-H1 juga diperkuat fitur dust-resistant, water-resistant dan dapat bekerja di suhu hingga -10°C.M serta kamera ini juga memakai magnesium alloy yang lebih tebal 25% dari X-T2. Tak hanya itu Fujifilm juga melakukan modifikasi  pada struktur mounting lensa, sehingga ukuran dapat lebih kompak dan ringan dengan ketahanan terhadap benturan yang lebih baik. Ukuran partikel yang ditingkatkan pada permukaan kamera juga dapat melindungi body kamera lebih baik dari goresan.

Tanggapan positif juga datang dari para fotografer yang telah mencoba secara langsung X-H1 terkait bodi kamera yang dinilai lebih kokoh. "Bodi nya lebih kokoh. Ditambah posisi shutter yang agak ke bawah memudahkan pengoperasian," ujar Roy Genggam, salah satu fotografer profesional yang ikut dalam rangkaian Fujifilm Explore X-H1 selama empat hari di Padang, Sumatera Barat.

Hal senada juga disampaikan Beawiharta yang bekerja sebagai fotografer sebuah kantor berita asing yang menurutnya siku-siku pada bodi kamera X-H1 membuat genggaman tangan lebih pas sehingga lebih nyaman untuk pengoperasian yang lama dalam pemotretan. Ditambah shutter yang lebih sensitif sangat cocok untuk fotografer jurnal yang diharuskan menangkap momen dengan cepat.

Dengan total 19 modifikasi dari saran para fotografer professional, kamera Fuji X-H1 memiliki desain grip besar dengan bentuk yang baru dan tombol leaf-spring untuk rilis tombol shutter yang lebih stabil. Serta suara shutter paling sunyi di jajaran kamera X Series, membuat X-H1 sangat ideal untuk lingkungan yang membutuhkan kesunyian, seperti saat memotret hewan di alam liar, atau saat momen sakral di pernikahan. The X-H1 juga menyertakan fokus lever untuk pemilihan titik fokus yang lebih cepat.

Fitur Video
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak