alexametrics

Dual Inverter Diklaim 70% Lebih Hemat Listrik-40% Cepat Dingin

loading...
Dual Inverter Diklaim 70% Lebih Hemat Listrik-40% Cepat Dingin
Dua model berfoto dengan sejumlah produk AC inverter terbaru dari LG. Foto/LG
A+ A-
JAKARTA - PT LG Electronics Indonesia menuai hasil menggembirakan dari masifnya mengampanyekan teknologi inverter pada air conditioner (AC) sejak tahun lalu. GfK (Growth from Knowledge) mencatat, AC inverter merek LG menjadi yang terpopuler di Tanah Air pada 2017.

"Tahun lalu LG menguasai 72,5% pangsa pasar AC inverter dalam negeri, tapi ini tak membuat kami berpuas diri. Bahkan akan semakin agresif mendominasi pasar," kata Daehyun Kim, Product Marketing Manager Air Conditioner LG Electronics Indonesia saat mengenalkan rangkaian produk AC inverter terbarunya di Jakarta, Kamis (5/4/2018).

Jajaran AC terbaru yang dimaksud adalah LG Dual Cool Inverter Series. Tak hanya penghematan listrik lebih besar dengan peningkatan kenyamanan penggunaan lebih tinggi, AC ini pun memiliki kepintaran yang dikatakan bakal membuatnya siap menjawab kebutuhan gaya hidup modern. “Inovasi berbasis inverter dengan kepintaran di dalamnya yang tersedia luas hingga varian kapasitas paling rendah. Ini menunjukan AC kami disiapkan benar sebagai solusinya AC inverter bagi masyarakat luas,” kata Daehyun Kim.



Dual Cool Series merupakan penamaan LG bagi lini produk AC inverternya. Perdana diperkenalkan pada 2017 lalu, AC inverter LG Dual Cool Series hadir mendobrak stagnasi pasar AC inverter. Bila sebelumnya AC inverter hanya tersedia dengan kapasitas besar, tapi LG menyediakan dalam berbagai pilihan kapasitas mulai dari ½ PK, 1 PK, 1 ½ PK hingga 2 PK.

Inilah yang kemudian, menurut Daehyun Kim, membuat AC inverter LG ini menuai respons positif dari masyarakat. Tak hanya dilihat dari penguasaan LG akan pangsa pasar AC inverter, keluasan opsi AC LG ini pun mendorong pertumbuhan pengguna AC inverter di Indonesia.

Pernyataan ini merujuk data GfK (Growth from Knowledge) yang menyebut terjadinya lompatan besar sebaran AC inverter di Indonesia sepanjang 2017. Bila di tahun 2016 jumlah AC inverter mencapai kisaran 54.000 unit, maka sepanjang tahun lalu angka sebarannya mencapai 177.000 unit. Karena adanya growth yang besar dari 2016 ke 2017, pihaknya yakin LG bisa tumbuh lebih besar di 2018 dengan LG Dual Cool Inverter.

Lompatan besar ini menunjukkan besarnya keinginan masyarakat pada pemilikan AC inverter yang lebih hemat listrik. “Menjadi pendorong LG untuk kembali berinovasi dengan AC Dual Cool Series terbaru di tahun ini. Lebih hemat, lebih nyaman dan lebih pintar yang membuatnya sesuai dengan gaya hidup modern,” ujar Dimas Raditya, Product Marketing Residential AC LG Electronics Indonesia.

Dikatakan lebih hemat karena LG menerapkan kompresor khusus bertajuk LG Dual Inverter Compressor. Kata "Dual" merujuk pada terapan dua putaran roda dalam satu tuas kompresor AC inverter tersebut. Uniknya kerja kompresor Dual Inverter ini memberi jangkauan frekuensi operasi yang lebih luas bila dibandingkan dengan AC konvensional.

Bila jangkauan frekuensi AC konvensional terbentang dari 20Hz hingga 100Hz, kompresor Dual Inverter membuat AC Dual Cool Series memiliki jangkauan operasi 10Hz hingga 120Hz. Nilai bawah lebih rendah pada jangkauan frekuensi inilah yang membuatnya mampu beroperasi lebih hemat listrik. Sementara kemampuannya menjangkau frekuensi hingga 120Hz memberikannya kemampuan dalam kecepatan pendinginan.

Pengujiannya sendiri dilakukan oleh TUV Rheinland. "Hasil pengujian, inverter ini lebih hemat listrik hingga 70% dan 40% lebih cepat dalam pendinginan,” sebut Dimas Raditya.

Untuk lebih menarik minat masyarakat beralih ke teknologi inverter, tidak tanggung-tanggung ada 11 model yang ditawarkan kepada calon konsumennya. "Ada tiga model yaitu Deluxe, SmartThinQ, dan Eco. Harganya mulai Rp3 jutaan-8 jutaan per unit," sebutnya.

Yang membuatnya lebih istimewa, kompresor AC inovatif ini diterapkan untuk seluruh varian AC inverter LG Dual Cool Series. Tak cuma varian tertinggi yakni AC 2 PK, namun juga menyentuh hingga kapasitas terendah yaitu AC ½ PK.

Keputusan ini dibuat berdasarkan data pasar dari GFK yang menyebut AC kapasitas rendah ½ PK menjadi jumlah terbesar pemilikan perangkat di seluruh Indonesia, yakni 48,1%. “Penerapan teknologi AC inovatif pada varian AC paling populer di masyarakat, membuka peluang lebih besar pada setiap orang untuk beralih pada teknologi AC inverter yang terbukti lebih hemat listrik,” ujar Dimas Raditya.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak