alexametrics

Bos Uang Digital Ripple Sumbang USD29 Juta ke Sekolah

loading...
Bos Uang Digital Ripple Sumbang USD29 Juta ke Sekolah
Pendiri perusahaan uang digital, Riplle, Chris Larsen masuk dalam filantropi dunia. FOTO/Daily Express
A+ A-
KETIKA Charles Best, pendiri lembaga nonprofit DonorsChoose.org, mengirim email kepada pendiri Ripple, Chris Larsen, untuk bisa melakukan donasi dengan jumlah besar, ia sangat khawatir. Khawatir jika Larsen akan tersinggung dan menganggap permintaannya bercanda. Tapi Charles nekad dan melempar pitch itu.

"Saya berani mengirim email kepada Anda dan melempar ide 10 kali besar dari yang pernah saya utarakan ke siapa pun," tulisnya.

Tak dinyana, Larsen dan Ripple menanggapi idenya dengan melakukan donasi sebesar USD29 juta (Rp319,5 miliar) kepada DonorsChoose.org, platform crowdfunding yang didirikan pada 2000 yang memungkinkan para guru mem-posting permintaan proyek ruang kelas dan para donatur memilih proyek yang ingin mereka dukung.

"Para guru di belakang proyek-proyek ini bekerja dengan lebih dari satu juta siswa yang sekarang akan mendapatkan bahan dan pengalaman yang perlu mereka pelajari," kata Charles lewat Youtube. "Aku tidak percaya pernah ada hari ketika banyak mimpi kelas yang menjadi kenyataan."

Yang terbaik, menurutnya, adalah sumbangan tersebut dapat mendorong para guru untuk menggunakan tagar #BestSchoolDay di media sosial untuk berbagi apa yang akan dilakukan para guru dari donasi mereka. Satu guru musik akan menggantikan instrumen yang rusak. Guru lain sekarang akan mengajak murid-muridnya selama seminggu melakukan perjalanan ke Atlanta dan Alabama untuk mengunjungi perguruan tinggi disana.

Sumbangan itu tidak akan terjadi jika Charles tidak "berani" menyodorkan ide besarnya kepada Larsen dan Ripple. "Dalam 18 tahun menjalankan DonorsChoose.org, kami, sejujurnya, jujur, tidak pernah seseru ini," katanya kepada San Francisco Chronicle.
(amm)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak