alexametrics

Indonesia Target Jadi Pusat Teknologi Digital

loading...
Indonesia Target Jadi Pusat Teknologi Digital
Indonesia Target Jadi Pusat Teknologi Digital. (Koran SINDO).
A+ A-
JAKARTA - Apple Inc dipastikan menginjakkan kaki secara langsung di Indonesia. Perusahaan teknologi informasi (TI) raksasa asal Amerika Serikat itu tengah membuka pusat inovasi yang akan bertempat di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang.

Kehadiran Apple Innovation Center di Tanah Air ini merupakan ketiga di dunia setelah di Brasil dan Italia. Bersaman dengan di Indonesia, perusahaan yang berbasis di Silicon Valley, Cupertino, California juga tengah membangun kantor yang sama di India dan China. Dengan demikian, keberadaan Apple Innovation Center ini merupakan pertama kali di Asia Tenggara.

Kepastian ini disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto dalam diskusi Forum Merdeka Barat di Jakarta kemarin. Dia menyambut gembira hadirnya Apple karena akan mendorong Indonesia menjadi pemain kunci di wilayah Asia saat implementasi revolusi industri generasi keempat (Industri 4.0).

Keberadaan Apple Innovation Center juga diharapkan bisa mendorong terwujudnya ambisi Indonesia sebagai the next digital hub dunia. Adapun bagi Apple, investasi dalam bidang peranti lunak dan riset ini tak lain dari upaya Apple memenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sehingga bisa menjual produk mereka di Indonesia. “Apple ini kan terus melakukan ino vasi. Kita undang dan mereka akan membangun cabangnya di BSD, di mana kalau satu sudah berjalan mereka (Apple) akan bangun tiga center lagi,” ungkapnya.

Rencananya, untuk membangun Apple Innovation Center, Apple akan menggelontorkan dana USD44 juta atau sekitar Rp585miliar, sedangkan untuk kebutuhan sumber daya manusia(SDM)-nya Apple akan merekrut 400 orang. Sebelumnya, Staf Ahli Menteri Perindustrian Sanny Iskandar seusai menemui perwakilan Apple Asia Pasifik (30/3) lalu, mengungkapkan rencana pembangunan Apple Innovation Center akan dimulai dengan menyewa kantor di Green Office Park 9 yang terletak di BSD.

Green Park Office 9 sebagai pusat riset Apple hanya bersifat sementara, karena Apple sedang berencana menempati pusat risetnya sendiri di kawasan digital hub yang masih dibangun saat ini.

Diperkirakan akhir kuartal dua tahun ini pusat riset Apple di Green Office Park sudah mulai beroperasi. Sebagai informasi, Sinar mas Land akan membangun kawasan Silicon Valley Indonesia yang akan ditempati berbagai perusahaan teknologi informatika.

Digital Hub akan memiliki data center dan dilengkapi jaringan fiber optic (jaringan internet super cepat). Kawasan digital hub ini dibangun di kawasan seluas 25,86 hektare. Kawasan akan diisi sembilan gedung perkantoran dan satu area khusus restoran. Proses pembangunan kawasan digital hub sudah dilakukan sejak kuartal II-2017 lalu, pengerjaan dan pengembangan proyek di kawasan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 15 tahun.

Sebagai konsultan, Sinarmas Land menggandeng konsultan arsitek asal AS, NBBJ, yang berpengalaman merancang sejumlah kantor perusahaan yang berbasis teknologi, seperti Microsoft, Amazon, dan kantor pusat Samsung di Silicon Valley.

Seperti disampaikan Group CEO Sinarmas Land Michael Widjaja kepada wartawan saat kegiatan ground breaking, sejumlah perusahaan raksasa di bidang IT berencana berkantor di “Silicon Valley” Indonesia itu. Perusahaan raksasa dimaksud antara lain Huawei, Apple Research and Development Center, MyRepublic, Sale Stock, Orami, Evhive, Purwadhika, Geeks Farm, dan Plug and Play.

Untuk diketahui, Apple segera membangun delapan pusat research and development (R&D) di kota-kota besar di Asia. Secara rinci akan ada 4 R&D di China, 1 R&D di India, dan 3 R&D di Indonesia. Selain di China, India, dan Indonesia, Apple juga telah membuka atau segera membuka pusat R&D di Israel, Jepang, Prancis, Swedia, dan Inggris. Langkah membuka sejum lah pusat R&D baru itu tak dapat dilepaskan dari kebijakan yang dibuat CEO Apple Tim Cook.

“Produk itu ada di R&D, ada investasi di sana untuk produk dan layanan yang sekarang belum ada atau pengembangan dari yang sudah ada. Jadi, saya tidak ingin bicara tentang perbedaannya, tapi Anda dapat melihat tingkat pertumbuhan dan kesimpulan bahwa di sana ada banyak yang kami lakukan melebihi produk-produk sekarang,“ papar CEO Apple Tim Cook. Sebelumnya, di era pendiri Apple Steve Jobs, perusahaan itu enggan membelanjakan banyak dana untuk R&D.

“Inovasi itu tidak terkait dengan berapa banyak dolar R&D yang Anda miliki,” kata Steve Jobs pada 1998. Namun, kini Apple telah berubah di era Tim Cook.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak