alexametrics

Ahli Klaim Bisa Pindahkan Ingatan Hewan ke Sel Otak Manusia

loading...
Ahli Klaim Bisa Pindahkan Ingatan Hewan ke Sel Otak Manusia
Penelili sekaligus ahli saraf mengklaim mampu memindahkan ingatan hewan ke otak manusia. Ini adalah skenario fiksi ilmiah yang memusingkan. Ilustrasi/ Istimewa
A+ A-
LONDON - Penelili sekaligus ahli saraf mengklaim mampu memindahkan ingatan hewan ke otak manusia. Ini adalah skenario fiksi ilmiah yang memusingkan, di mana ingatan dua jenis mahkluk berbeda ditukar di antara otak mereka.

Ketika materi dari saraf otak hewan dipindahkan ke siput laut yang tidak pernah terguncang, mereka bereaksi sama persis dengan sentuhan lemah.



Hasilnya menunjukkan bahwa memori dapat ditransfer secara fisik dengan injeksi, dan mengikuti klaim dari eksperimen serupa di tahun 1960-an yang dapat menyebabkan 'pil memori' atau jabs di masa depan.

Sementara para ahli mendesak hati-hati atas penelitian serupa sebelumnya, penulis temuan terbaru, dari University of California di Los Angeles (UCLA) David Glanzman mengatakan mengatakan hasilnya menawarkan 'dukungan dramatis' untuk gagasan bahwa memori dapat disimpan dalam asam ribonukleat, atau RNA - 'sepupu biokimia' DNA yang digunakan untuk menyalin dan mengangkut genetik kita," terangnya seperti dilansir Dailymail Selasa (15/5/2018).

'Hasil kami menunjukkan bahwa RNA akhirnya dapat digunakan untuk memodifikasi, baik meningkatkan atau menekan, kenangan.'

Dalam percobaanya, para peneliti menyuntikkan sel induk manusia ke embrio babi tahap awal. Embrio hibrida ini kemudian ditransfer ke dalam induk babi pengganti, dan dibiarkan berkembang sampai trimester pertama.

Lebih dari 150 embrio berkembang menjadi chimera. Bentuk ini memiliki arti bahwa mereka telah mengembangkan pelopor organ seperti jantung dan hati, tetapi mereka mengandung sejumlah kecil sel manusia - sekitar satu dari 10.000 sel hibrida yang "manusia".

Nama chimera diambil dari salah satu karakter monster mitologi berbentuk campuran hewan singa-kambing-ular. Dalam biologi, nama tersebut menggambarkan perkembangan alami atau buatan dari satu sel organisme yang mengandung individu dari yang lain, seperti dilansir dari Science Alert (28/1).

Tim membuat chimera manusia-hewan dengan menggunakan embrio babi dan sapi. Hal ini karena ukuran organ hewan ini relatif dekat dengan milik manusia. Namun embrio sapi terbukti terlalu mahal dan rumit untuk digunakan.

Proses menggunakan embrio babi juga dapat dikatakan sangat tidak efisien. Sebanyak 2.075 embrio babi tahap awal disuntik dengan sel induk berpotensi majemuk (pluripotent) manusia tahap menengah. Namun hanya sekitar 186 embrio yang dapat terus berkembang, hingga tahap 28 hari.

Sel induk berpotensi majemuk tersebut telah terbukti menjadi jenis sel induk yang paling sukses untuk menghasilkan chimera.

Meskipun tingkat keberhasilan rendah, Profesor Izpisua Belmonte menganggap ini merupakan tanda positif. Karena kekhawatiran etis bisa muncul khususnya jika sel manusia berkontribusi pada jaringan otak.
(wbs)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak