alexametrics

Corsa Naikkan Produksi Ban Jadi 20.000 Per hari

loading...
Corsa Naikkan Produksi Ban Jadi 20.000 Per hari
Para pengemudi Gojeg saat buka bersama Corsa di Hotel Fabu, Jalan Kebonjati Bandung, Sabtu malam (19/5/2018). Foto/Arif budianto/SINDOnews
A+ A-
BANDUNG - Produsen ban sepeda motor, PT Multistrada Arah Sarana Tbk memutuskan menaikkan produksi ban dari 16.000 menjadi 20.000 ban per hari.

Brand Manager Corsa Salomon Manalu mengatakan, di Indonesia penjualan sepeda motor mencapai 7-9 juta per tahun. Seiring tingginya penggunanya, maka perusahaan menaikkan produksi ban menjadi 20.000 ban per hari.

"Kebutuhan ban untuk sepeda motor di Indonesia setiap tahunnya sekitar 40-45 juta unit. Itu didasarkan pada jumlah pengguna sepeda motor dan penjualan sepeda motor baru,” kata Salomon di sela-sela buka bersama driver Gojek di Hotel Fabu, Jalan Kebonjati Bandung, Jawa Barat, Sabtu malam (19/5/2018).



Sejauh ini, pihaknya telah menguasai pangsa pasar ban roda dua sekitar 10%. Market share Corsa terus meningkat dengan total penjualan pada 2017 sebanyak lima juta ban.

Tahun ini pihaknya menargetkan peningkatan pangsa pasar menjadi dua digit. Jawa Barat diharapkan berkontribusi sekitar 10% terhadap total penjualan nasional.

Diakuinya, selain memenuhi pasar dalam negeri, Corsa juga melakukan ekspor ban ke sejumlah negara. Dari total produksi Corsa, 70% untuk dalam negeri dan sisanya di ekspor ke beberapa negara ASEAN.

Untuk menggenjot pasar dalam negeri, lanjut dia, pabrikan gencar melakukan sosialisasi kepada pengguna sepeda motor. Salah satunya menggandeng driver online, Gojek. "Ojek online pasar potensial. Itulah sebabnya kami menggandeng Gojek secara nasional," katanya.

Lebih lanjut dikatakan, potensial pasar ojek online mengacu pada jumlah driver. "Pasar ojek online berpotensi memberi kontribusi penjualan hingga 30%," pungkasnya.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak