alexametrics

Jelang Final Liga Champions 2017/2018

Komputer Super Jagokan Madrid Juara Liga Champions

loading...
Komputer Super Jagokan Madrid Juara Liga Champions
Sport Analitycs Machine (SAM) memprediksi Real Madrid menang melawan Liverpool pada laga Liga Champions, Minggu (27/5/2018) dini hari nanti. FOTO/MEDIUM
A+ A-
Lupakan Paul si gurita ataupun Nelly si gajah. Tugas memprediksi pertandingan sepak bola kini diambil alih teknologi. Komputer super telah melakukan perhitungan akurat guna menerka pemenang final Liga Champions antara Real Madrid versus Liverpool, Minggu (27/5/2018) dini hari nanti.

Era baru tersebut coba dipelopori University of Liverpool Sports Analytics Expert. Duet Profesor Ian McHale dan Dr Tarak Kharrat memperkenalkan hasil rancangannya, Sport Analytics Machine (SAM). Itu merupakan sebuah komputer super yang memperhitungkan beberapa faktor yang bisa menghasilkan prediksi laga sepak bola. Tim mana yang bertindak sebagai tuan rumah, peta kekuatan kedua tim, serta kualitas pemain di lapangan.

Penggunaan teknologi SAM sejatinya bukanlah hal yang baru di Inggris. SAM telah digunakan oleh BBC Sport suntuk memprediksi hasil laga Liga Primer setiap pekan. Kali ini, keampuhan SAM akan coba digunakan untuk memprediksi laga Madrid melawan Liverpool. McHale mengatakan probabilitas kedua tim melewati 90 menit dengan hasil 1-1 sebesar 12% dan mencapai babak extra time hingga 26%. Tapi, hasil imbang bukan satu-satunya prediksi. Berdasarkan strategi permainan ofensif yang diperagakan Madrid dan Liverpool, hujan gol kemungkinan besar bisa terjadi di NSK Olimpijs'kyj, Kiev, Ukraina.

"Tidak seperti final Piala FA ataupun final-final lainnya yang lebih banyak berkutat dalam dominasi permainan, SAM menganalisis akan banyak gol. Ada 92% yang setidaknya bisa menjadi satu gol. Sementara 50% peluang untuk tiga gol atau lebih. Bahkan, ada 13% peluang untuk melihat lima gol atau lebih," ungkap McHale, dilansir Liverpoolecho.



Uniknya, meski berbasis di Inggris, SAM justru memprediksi Madrid berpeluang besar menjadi juara dengan probabilitas 43%. Sementara Liverpool hanya memiliki kemungkinan 32%. Mengenai pengulangan skor 3-3 saat Liverpool menang dramatis atas AC Milan di final Liga Champions musim 2004/2005, McHale menyebut hal itu sangat sulit terjadi.

"Mungkin tidak. SAM berpikir peluang skor 3-3 probabilitasnya hanya 1%. Memang, tidak ada yang tidak mungkin, tapi peluangnya sangat kecil," papar McHale.

Belum cukup sampai di situ, McHale mengungkapkan bahwa olah data yang dilakukan SAM mampu memprediksi kemungkinan line-up kedua tim. Madrid, misalnya. McHale memplot Keylor Navas, Sergio Ramos, Marcelo, Raphael Varane, Daniel Carvajal, Luka Modric, Toni Kroos, Isco, Casemiro, Cristiano Ronaldo, dan Karim Benzema. Sementara untuk line-up Liverpool terdiri atas Loris Karius, Andrew Robertson, Trent Alexander-Arnold, Dejan Lovren, Virgil van Dijk, James Milner, Georginio Wijnaldum, Jordan Henderson, Roberto Firmino, Mohamed Salah, dan Sadio Mane.

Terlepas benar atau tidaknya prediksi ini, kehadiran SAM jelas membuat final Liga Champions menjadi lebih menarik. Sudah saatnya pencinta sepak bola disuguhkan berbagai analisis menarik dengan perhitungkan cerdas menggunakan teknologi modern.
(amm)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak