alexametrics

NetEase, Tercatat sebagai Perusahaan Game Terbesar Keenam Dunia

loading...
NetEase, Tercatat sebagai Perusahaan Game Terbesar Keenam Dunia
NetEase, Tercatat sebagai Perusahaan Game Terbesar Keenam Dunia
A+ A-
NETEASE Menjadi berita utama minggu ini ketika mengumumkan telah  menginvestasikan USD100 juta ke pengembang game Amerika, Bungie.

Pendanaan ini memungkinkan perusahaan yang berkantor pusat di Beijing itu untuk mendapatkan saham minoritas serta kursi di dewan direksi Bungie. Bungie merupakan pengembang game untuk konsol maupun PC yang disegani dan sangat populer. Karya mereka disegani, telah menghasilkan jutaan dolar hits waralaba lewat game Halo, Destiny, dan Myth. Dengan kemitraan tersebut, NetEase semakin menegaskan bahwa perusahaan tersebut menjadi perusahaan game berpenghasilan tertinggi keenam di dunia pada 2017.

Menurut riset Newzoo, konsol dan game PC bukanlah bidang utama NetEase, melainkan game seluler. Game NetEase tersedia di iOS dan An droid, tetapi aplikasi iOS yang meng hasilkan pendapatan terbesar.

“Persen tase pendapatan tertinggi NetEase berasal dari game iOS,” kata Simon Zhu, General Manager Ke mitraan dan Investasi Strategis NetEase. NetEase dimulai sebagai perusahaan layanan internet pada 1997 dan menghasilkan beberapa game PC daring paling awal di China pada 2001.

Namun, selama lima tahun terakhir, bisnis seluler yang didorong iPhone telah menyebabkan pergeseran dalam strategi. CEO Bungie Pete Parsons kepada Wall Street Journal mengatakan bahwa pihaknya ingin berkembang lebih besar.

Parsons juga mengatakan bahwa kemitraan dengan NetEase tidak akan memengaruhi hubungan Destiny 2 dengan penerbit Activision di China. NetEase meru pakan perusahaan in ternet China pa ling dikenal di dunia game karena telah memublikasikan game Mine craft dan sebagian besar game Blizzard seperti World of Warcraft, Hearthstone, StarCraft 2, dan Overwatch di China, serta yang terbaru battle royale Rules of Survival dan Knives Out.
(don)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak