alexametrics

Rangkul NASA, Manuver Uber Bikin Taksi Terbang Semakin Jelas

loading...
Rangkul NASA, Manuver Uber Bikin Taksi Terbang Semakin Jelas
Uber menggandeng Badan Antartika Amerika Serikat (NASA). FOTO/ Ilustrasi
A+ A-
BERLIN - Perusahaan teknologi transportasi Uber, semakin serius dalam menggarap proyek taksi terbang. Uber menggandeng Badan Antartika Amerika Serikat (NASA) untuk mewujudkan ambisi moda transportasi taksi terbang. Perjanjian ini bukanlah kali pertama bagi Uber dan NASA.

Sebelumnya, Uber dan NASA sepakat dalam perjanjian pertama yang sudah mereka tanda tangani November 2017 yang ber isi pernyataan tentang niat untuk berkolaborasi.

Dilansir dari The Verge, Uber kembali menandatangani perjanjian dengan NASA. Dalam perjanjian kerja sama kedua ini, Uber akan memberi NASA rincian data mengenai skenario pengaturan lalu lintas udara, upaya mengurangi risiko kecelakaaan dan manajemen ruang udara pada taksi terbang Uber yang akan digunakan NASA untuk pengujian tahap awal proyek taksi terbang terbaru ini.

Kedua pihak sepakat pengujian awal proyek taksi terbang ini akan dilakukan di kota Dallas dan Los ngeles, Amerika Serikat.



NASA akan menggunakan data Uber untuk mensimulasikan pesawat penumpang kecil saat terbang dilangit Dallas-Fort Worth. Simulasi ini dinilai sangat penting mengingat lalu listas udara di atas kota sangat ramai.

Untuk melayani pelanggan dalam taksi terbang ini, Uber akan menyediakan ratusan taksi terbang di Dallas.

“NASA sangat antusias untuk bermitra dengan Uber” kata Jaiwon Shin Associate Administrator Divisi Penelitian Aeronautika NASA. Shin juga menuturkan, bahwa mobilitas udara di perkotaan dapat merevolusi mobilitas orang dan kargo. Denga demikian, tren ini nantinya akan mengubah gaya hidup manusia, seperti layaknya perkembangan teknologi smartphone.

Tak hanya menggandeng NASA, Uber juga diketahui menjalin kerjasama dengan Angkatan Darat Amerika Serikat untuk mengembangkan dan menguji taksi terbang. Lewat kerja sama tersebut, Uber akan mengembangkan dan mendanai riset teknologi rotor di lab riset milik Angkatan Darat Amerika Serikat.
(wbs)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak