alexametrics

Bahaya Paksakan Mobil Angkut Beban Melebihi Kapasitas

loading...
Bahaya Paksakan Mobil Angkut Beban Melebihi Kapasitas
Hati-hati dengan kebiasaan tersebut karena mobil sebenarnya punya batas daya angkut. FOTO/ Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Sering kali saat musim mudik, kita melihat mobil membawa tumpukan barang pada roof trail-nya. Saking banyaknya, mobil kelihatan oleng setiap kali melewati tikungan.
Hati-hati dengan kebiasaan tersebut karena mobil sebenarnya punya batas daya angkut. Muatan yang melebihi daya angkut bisa membahayakan penumpang. Mobil bisa terganggu keseimbangannya sehingga mudah oleng dan susah dikendalikan saat melewati permukaan jalan yang licin.Beban mobil bukan hanya berasal dari muatan barang saja, melainkan juga berasal dari bobot bodi mobil dan mesin itu sendiri. Barang bawaan di dalam bagasi atau roof trail otomatis menambah total beban kendaraan.Selain itu, Beban yang terlalu berat akan menguras tenaga penggerak mobil, yang bersumber dari bahan bakar. Otomatis bahan bakar akan cepat habis, karena itu, sebaiknya menghindari membawa barang terlalu banyak ketika mudik. Pilih barang bawaan yang benar-benar perlu.
Agar bisa mengukur mana barang yang muat untuk di bawa di dalam mobil, sebaiknya para pengguna tahu berapa daya angkut mobil.Dilansir melalui web resmi mobil88, ada rumus mudah untuk menghitung berapa barang bawaan yang maximal bisa diangkut mobil, yaitu daya angkut sama dengan berat maksimum mobil (gross vehicle weight) dikurangi berat kosong mobil (curb weight).Misalnya, mobil Innova memiliki berat maksimum 2.130 kilogram dan berat kosong 1.525 kilogram, maka daya angkutnya adalah 2.130 – 1.525 = 605 kilogram.Jika Innova diisi 7 penumpang dengan berat per orang rata-rata 65 kilogram, beban penumpang sudah 455 kilogram.Artinya, barang bawaan yang masih bisa diangkut oleh mobil adalah daya angkut dikurangi berat penumpang, yakni 605 – 455 = 150 kilogram.

(wbs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak