alexametrics

Kongres AS Tolak Lepas Sanksi, Masa Depan ZTE Kembali Buram

loading...
Kongres AS Tolak Lepas Sanksi, Masa Depan ZTE Kembali Buram
Sanksi dari Pemerintah AS membuat ZTE tak bisa membeli komponen dari pabrikan AS, termasuk chipset dari Qualcomm yang berbasis di San Diego. Foto/ist
A+ A-
WASHINGTON - Masa depan produsen manufaktur China, ZTE, kembali buram. Hal ini terjadi lantaran putusan Presiden Donald Trump mencabut sanksi perdagangan ternyata belum final.

Kongres Amerika Serikat (AS) secara terbuka menentang keputusan pemerintah. Sebelumnya, belum lama ini Pemerintah AS dan ZTE telah mencapai kesepakatan awal untuk membayar denda, mengganti dewan direksi, dan menyewa kontraktor untuk mengawasi operasi perusahaan.

Asumsinya mereka bakal dibebaskan dari sanksi dilarang mengakses teknologi AS selama puluhan tahun. Dan asumsi itu terpatahkan dengan sikap Kongres AS.

Senator AS pada awal pekan ini memilih mendukung Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertahanan. RUU ini "membunuh" perjanjian antara Presiden AS Donald Trump dan administrasi ZTE.

Reuters, Jumat (22/6/2018) melaporkan, baik Partai Republik dan Demokrat menyatakan keprihatinan keamanan tentang dua perusahaan China, yaitu ZTE dan Huawei. ZTE sendiri setuju untuk membayar denda USD1 miliar dan menempatkan sisanya di rekening escrow sebagai bagian dari penyelesaian pada awal Juni.

Larangan itu membuat ZTE tak bisa membeli komponen dari pabrikan AS, termasuk chipset dari Qualcomm yang berbasis di San Diego. Menurut Reuters, Trump diperkirakan akan melobi anggota DPR Republik dan bertemu dengan para senator pada hari Rabu pekan depan.
(mim)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak