alexametrics

Gendong Mesin Baru, Nissan GT-R Facelift Mulai Melesat di Hutan

loading...
Gendong Mesin Baru, Nissan GT-R Facelift Mulai Melesat di Hutan
Nissan GT-R akan kembali hadir. FOTO/ AUTOpro
A+ A-
TOKYO - Kabar menarik datang dari Nissan, karena salah satu sportcar andalannya yaitu Nissan GT-R akan kembali hadir. Tunggangan sportkar dengan julukan Godzilla ini rencanannya akan meluncur tahun depan.

Bila melihat dari sisi penjualan, memang segmen pasar sportcar bisa dikatakan sangat kecil dibanding mobil harian yang didominasi segmen MPV. Namun, "kue" yang kecil ini tetap saja menarik untuk dilirik. Bisa dilihat, hampir tidak ada sportcar mewah yang tidak laku di Indonesia.

Nissan GT-R bukanlah produk yang benar-benar baru namun, memiliki nama besar. Bahkan di Indonesia mobil ini laku terjual saat di pajang di acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016. Sebagai informasi, Saat itu, model yang dijual adalah GT-R model 2014 dengan liveri Nissan Academy yang terjual Rp3.3 miliar. Sebelumnya, Nissan terdata menjual GT-R pada 2013 dengan jumlah delapan unit.

Rincian Nissan GT-R generasi baru mulai terungkap pelan-pelan. Mobil yang rencananya baru akan meluncur beberapa tahun kedepan ini akan menggendong mesin V6 twin-turbo 3.0-liter V6 milik GT-R LM Nismo.

"Mesin V6 3.0-liter semacam anak dewa yang dipakai GT-R. Ini adalah mesin direct injection, dan memakai integrasi turbo dan intake system," ujar Direktur Teknis Tim Nissan di balap Le Mans Ben Bowley.

Dilansir dari Autopro, Bowley mengatakan, dengan spesifikasi mesin seperti itu, mesin ini sangat menarik dan pilihan tepat jika ingin diaplikasikan ke GT-R generasi mendatang.

Kendati demikian Bowley enggan merinci spesifikasi lebih jauh. Satu-satunya pentunjuk yang diberikan yaitu generasi baru GT-R merupakan varian hibrid. Desain eksterior akan mencontek konsep Vision Gran Turismo.
(wbs)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak