alexametrics

Taksi Tank Berwarna Centil Mulai Berseliweran di Jerman

loading...
Taksi Tank Berwarna Centil Mulai Berseliweran di Jerman
Perusahaan taksi pun mengubah warna kendaraan tempur yang awalnya berkelir gelap tersebut dengan warna pink dan merah. FOTO/ Istimewa
A+ A-
BERLIN - Rusia memberikan pelayanan taksi Armoured Personnel Carrier (APC), kendaraan APC ini merupakan salah satu kendaraan tempur lapis baja terbaik seperti tank perang (Main Battle Tank), panser dan tank altileri.

Seperti dilansir dari Autoevolution, perusahaan taksi pun mengubah warna kendaraan tempur yang awalnya berkelir gelap tersebut dengan warna pink dan merah. Tujuannya, tentu untuk menarik perhatian calon konsumen.

Namun nyatanya, digunakannya kendaraan lapis baja sebagai armada taksi bukanlah tanpa alasan. Kondisi demografis Saint Petersburg dengan banyak sungai dan parit membutuhkan sebuah kendaraan yang mampu melibas saluran air lebih cepat tanpa harus menyebrangi jembatan.

Menariknya, meskipun telah digunakan sebagai armada taksi, panser-panser ini tetap tidak meninggalkan jati dirinya sebagai armada tempur. Perusahaan taksi ini tetap mempertahankan senapan yang ada di bagian atap walau tak lagi aktif dapat digunakan.



Perusahaan taksi ini mempromosikan kepada calon konsumennya dengan titel jasa taksi yang paling aman. Tentu, keamanan pada taksi ini disebabkan karena kendaraan berlapis baja yang tak mudah ringsek andai terjadi tabrakan, serta sanggup melibas berbagai kondisi medan dengan mudah.

Otoritas setempat pun memberi izin operasi pada taksi panser ini untuk melintasi berbagai penjuru kota. Meskipun begitu, atas lain hal, taksi panser ini tidak diizinkan melintasi pusat bersejarah yang ada di Saint Petersburg.

Harga yang ditawarkan taksi tank ini 5 ribu rubel atau Rp 1,6 juta untuk sekali naik.

Taksi tempur ini bertipe BRMD-2 Combat Command dan Reconnaissance Vehicle yang dibuat oleh Uni Soviet pada tahun 1963 hingga akhir produksi 1989.
(wbs)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak