Dokumen Gedung Putih Beberkan Cara AS Rugikan Keuangan TikTok

loading...
Dokumen Gedung Putih Beberkan Cara AS Rugikan Keuangan TikTok
Dokumen rencana Gedung Putih (Administrai Trump) merugikan keuangan TikTok beredar luas. Rencana ini diyakini manjur mematikan operasikan aplikasi China itu di AS. Foto/Ist
WASHINGTON - Gedung Putih terus berupaya mengusir TikTok dan aplikasi asal China lainnya dari wilayah Paman Sam. Sejumlah raksasa teknologi Amerika Serikat seperti Microsoft dan Twitter sudah siap merogoh koceknya dalam-dalam untuk membeli TikTok. (Baca juga: Giliran Prancis Selidiki TikTok karena Langgar Privasi Pengguna)

Selain mengambil-alih TikTok, Administrasi Donald Trump ternyata mempunyai rencana lain untuk mengusir aplikasi berbagi video pendek yang sudah diunduh 100 juta rakyat AS tersebut.

Reuters hari ini melaporkan, sebuah dokumen dari Gedung Putih menunjukkan bagaimana AS berencana memengaruhi operasi TikTok di negara tersebut. Salah satu cara agar hal ini terjadi ialah dengan mengganggu operasi aplikasi dan sumber pendanaan.

Sebuah sumber di dalam Gedung Putih memverifikasi keaslian dokumen yang mengatakan, "Transaksi yang dilarang dapat mencakup, misalnya, perjanjian untuk membuat aplikasi TikTok tersedia di toko aplikasi ... membeli iklan di TikTok, dan menerima persyaratan layanan untuk mengunduh Aplikasi TikTok ke perangkat pengguna."

Analis industri, mengatakan, jika larangan tersebut mencegah TikTok muncul di App Store dan Google Play Store, hasilnya akan sangat menghambat pertumbuhan aplikasi.



Aplikasi yang juga menghadapi larangan di AS adalah layanan perpesanan pesan, media sosial, dan aplikasi pembayaran seluler WeChat. Aplikasi ini diluncurkan oleh Tencent pada 2011, memiliki lebih dari satu miliar pengguna dan banyak konsumen China mengandalkan aplikasi tersebut setiap hari.

Trump juga menandatangani perintah eksekutif yang akan melarang perusahaan AS berbisnis dengan WeChat. Dokumen Gedung Putih yang dilihat oleh Reuters tidak jelas apakah WeChat benar-benar akan dilarang di negara bagian.

Larangan AS pada TikTok akan mulai berlaku pada 16 September, tanggal yang sama dengan larangan WeChat juga akan dimulai. James Lewis, pakar keamanan siber di Pusat Kajian Strategis dan Internasional yang berbasis di Washington, mengatakan, "(Rencana Gedung Putih) Itu membunuh TikTok di AS. Jika mereka ingin berkembang, aturan ini menjadi kendala besar."

Lewis mencatat, Pemerintah AS mungkin tidak dapat mencegah penggemar TikTok Amerika mengunduh aplikasi dari situs web asing. TikTok memiliki 100 juta pengguna di Amerika Serikat dan telah menyatakan data dari pelanggannya disimpan di server di AS dan Singapura. Informasi di server digaransi tidak akan diberikan kepada Pemerintah Beijing. (Baca juga: Amien Rais Nilai Separuh Menteri Jokowi Layak Direshuffle)

TikTok mengatakan, mereka berencana untuk terus menghormati kampanye iklan meskipun beberapa perusahaan mengatakan bahwa mereka telah membuat rencana untuk beriklan di aplikasi lain jika TikTok ditutup di Amerika.
(iqb)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
KOMENTAR ANDA
Top