alexametrics

Penjualan Turun, Sony Berharap Tahun Depan Tertolong Ponsel 5G

loading...
Penjualan Turun, Sony Berharap Tahun Depan Tertolong Ponsel 5G
Penjualan Sony pada kuartal kedua 2018 kembali melemah dengan hanya menjual 2 juta unit di tangan.
A+ A-
TOKYO - Pasar ponsel global mengalami pelambatan, imbasnya laporan keuangan terbaru Sony hanya mencatat penjualan sebanyak dua juta unit ponsel cerdas selama kuartal kedua 2018. Jumlah ini turun dari 3,4 juta unit yang dikirimkan setahun lalu.

Website resmi Sony, Rabu (31/7/2018) menyebutkan, secara keseluruhan smartphone Sony menghasilkan pemasukan USD1,18 miliar selama periode tiga bulan terakhir. Angka ini mewakili penurunan 27% jika dibandingkan 2017.Penurunan terutama disebabkan oleh melemahnya penjualan di Eropa dan Jepang, meskipun penjualan di pasar lain tetap stabil. Selain itu, terlepas dari penjualan yang lebih lemah, Sony melakukan konfirmasi bahwa merek terus memangkas biaya secara signifikan selama periode tersebut. Padahal langkah itu diharapkan justru guna membantu unit smartphone kembali meraup laba di tahun-tahun mendatang.

Setelah melaporkan penjualan smartphone Q1 awal tahun ini, Sony awalnya memperkirakan penjualan sekitar 10 juta unit ponsel cerdas selama 2018 dan berharap pemasukan USD5,74 miliar. Namun penjualan yang sedikit lebih lemah dari yang diharapkan pada kuartal dua 2018 membuat Sony merevisi perkiraan menjadi 9 juta pengiriman ponsel dan membidik pendapatan USD5,47 miliar.

Sony diperkirakan terus melanjutkan kebijakan efisiensi selama 2018. Untuk sementara divisi ini tidak akan menghasilkan laba dan Sony berharap kedatangan teknologi 5G dapat memberikan dorongan besar untuk bisnis smartphone pabrikan Jepang itu pada 2019.Sebelumnya pejabat teras Sony berencana menutup divisi smartphone pada usahanya. Hal ini disebabkan oleh buruknya angka penjualan ponsel pintar. Tapi akhirnya ditangguhkan karena Sony masih berhareap pada pasar China.
(mim)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak