alexametrics

Industri Automotif Dituntut Progresif

loading...
“Kita harus siap dengan siklus seperti ini. Kita akan all out dalam mendukung industri automotif, termasuk dengan menyiapkan insentif seperti tax holiday yang jauh lebih agresif, tax allowance,“ ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden memperingatkan agar industri automotif bisa keluar dari zona nyaman. Dia meminta produsen untuk lebih dinamis, terus bekerja keras, dan menerapkan inovasi yang diperlukan. Rencana adanya sejumlah insentif untuk mendukung perkembangan industri automotif disambut baik oleh kalangan produsen. Namun rencana itu harus dibarengi regulasi serta ketersediaan infrastruktur yang memadai.

“Rencana pemerintah yang membahas beragam insentif untuk pengembangan mobil listrik adalah angin segar bagi industri automotif nasional. Tentu upaya ini merupakan hal yang positif bagi industri automotif,” ujar Presiden Direktur PT Toyota Mannufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono.

Dia melanjutkan, Pemerintah juga perlu menyinergikan kebijakan-kebijakan yang disiapkan dengan pengembangan infrastruktur mobil listrik. Tujuannya agar antara regulasi dan infrastruktur bisa berjalan beriringan. Warih mengatakan, saat ini pemerintah sedang melakukan riset dengan melibatkan industri serta akademisi untuk mengetahui respons masya rakat terhadap mobil listrik. “Pada 8 Agustus nanti akan diketahui hasilnya,” tuturnya.

Executive General Manager Toyota Astra Motor (TAM) F Soerjopranoto menambahkan, dari sisi teknologi, Toyota sudah siap memasuki era mobil listrik. “Teknologi sudah ada, jaringan (diler) sudah ada. Kami sudah siap dan industri sudah siap (memproduksi dan memasarkan) mobil listrik,” tegasnya.

Mobil Perdesaan

Pada pameran GIIAS 2018, secara khusus Pemerintah memperkenalkan kendaraan serba guna perdesaan yang disebut Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes). Kendaraan tersebut diharapkan dapat memacu produktivitas masyarakat di perdesaan sekaligus meningkatkan daya saing industri automotif nasional.

“Saat ini AMMDes siap diproduksi sebanyak 3.000 unit, dan kami akan tingkatkan menjadi 9.000-15.000 unit per tahun. Produksi secara massal akan dimulai pada Januari 2019,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Menurut Airlangga, serangkaian uji coba telah dilakukan dalam pengembangan AMMDes, termasuk mengenai perizinan dengan Kementerian Perhubungan.

“Sekarang masih di urus izinnya, ren cana bulan November dikeluarkan,” ungkapnya. Terkait suku cadangnya, politisi Partai Golkar itu memastikan bahwa ketersediaannya cukup banyak dipasaran. Di samping itu, distributornya juga telah tersedia. Adapun untuk harganya, AMMDes akan dibanderol sekitar Rp65-70 juta. “Jadi aksesorinya tergantung pada kebutuhan mereka. Misalnya mau pakai pompa, berarti tambah Rp3 juta atau menggunakan rice milling tambah Rp7 juta,” tuturnya.

Ajang GIIAS 2018 juga dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mengampanyekan pentingnya pengurangan emisi gas buang kendaraan dengan dideklarasikannyastandaremisi Euro 4. Standar baru ini akan menggantikan standar Euro 2 yang sudah lama diterapkan di industri automotif dalam negeri.

Selain itu, pada gelaran GIIAS kali ini Pemerintah juga mengajak industri auomotif untuk mendukung kebijakan mandatori biodisel dalam bahan bakar solar sebesar 20% (B20). Program ini diharapkan dapat membantu menghemat devisa negara karena bisa menekan impor bahan bakar minyak. (Wahyu Sibarani/Anton C/ Yanto Kusdiantono)
halaman ke-1 dari 2
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak