alexametrics

Pentagon Larang Tentara AS Pakai GPS saat Masuk Pangkalan Militer

loading...
Pentagon Larang Tentara AS Pakai GPS saat Masuk Pangkalan Militer
Tentara AS dilarang mengaktifkan GPS saat memasuki pangkalan militer tempatnya bertugas. Foto/ist
A+ A-
WASHINGTON - Pentagon memaksa personil militernya untuk mematikan GPS pada gadget-nya sehingga berhenti secara tak sengaja mengungkap pangkalan operasi rahasianya di berbagai negara.

Jumat pekan lalu perintah ini mulai berlaku. Petinggi militer secara tegas melarang penggunaan layanan lokasi di sejumlah perangkat yang diterbitkan pemerintah dan pribadi yang digunakan oleh anggotanya.

Larangan ini mencakup ponsel cerdas, jam tangan cerdas, dan perangkat lain dengan kemampuan GPS. Larangan berlaku di semua wilayah operasional Angkatan Bersenjata Amerika Serikat.

Aturan baru itu kemungkinan disebabkan heatmap yang mempublikasikan aktivitas pengguna aplikasi kebugaran, Strava. Hasilnya terungkap sejumlah lokasi pangkalan militer AS di negara-negara asing.



Pentagon Larang Tentara AS Pakai GPS saat Masuk Pangkalan Militer

Di AS, jaringan garis berwarna-warni hanya merupakan cara yang menarik untuk memvisualisasikan data pelari. Tetapi di negara-negara Timur Tengah seperti Afghanistan, peta menunjukkan lebih banyak makna. Karena basis pengguna Strava di sana hampir seluruhnya terdiri dari personel militer, sehingga pangkalan AS bersinar seperti suar.

Dilansir dari CNN, militer juga menghapus layanan Google Maps dan sejenisnya. Ketepatan pelacakan sangat tinggi sehingga mengungkap tata letak internal dari basis berkat kegiatan jogging yang secara berkala dilakukan personel militernya.

Setelah menganalisa kegunaan GPS dan dampaknya, akhirnya pejabat Pentagon memutuskan fungsi GPS pada perangkat seluler memiliki risiko keamanan. Informasi dari perangkat dapat digunakan oleh musuh AS.

Namun anggota militer masih diperbolehkan menggunakan perangkatnya dengan catatan menonaktifkan layanan geolokasi, atau mereka bakal menghadapi hukuman.
(mim)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak