alexametrics

Super Bugatti Chiron dari Jutaan Elemen Lego Tecnic

loading...
Super Bugatti Chiron dari Jutaan Elemen Lego Tecnic
Super Bugatti Chiron dari Jutaan Elemen Lego Tecnic
A+ A-
LEGO Technic berhasil meniru mobil super Bugatti Chiron dengan menggunakan jutaan elemen Lego Tecnic. Seperti apa dan bagaimana kesulitan peniruan mobil tersebut?

Jakub Masek, Engineering Manager Lego Retail Model Production, senang bukan kepalang ketika kantornya meminta agar mereka mampu membuat tiruan sebuah mobil super dengan skala 1:1. Senyumnya makin sumringah ketika mengetahui mobil yang hendak mereka tiru adalah Bugatti Chiron.

“Saat pertama kali mendengar permintaan itu, saya langsung bahagia karena ini belum pernah kita lakukan sebelumnya. Bukan sekadar meniru tapi juga membuat tiruannya bisa berjalan seperti mobil lainnya,” ujar Jakub.



Dia menerangkan ide gila tersebut sebenarnya berawal dari gagasan usil para insinyur di Lego Technic yang menginginkan sesuatu yang baru dari departemen Lego Technic. Membuat miniatur sudah jadi hal yang biasa buat mereka karena berbagai elemen buatan Lego Technic memang bisa membuat banyak hal.

“Dari situ kami bertanya apakah kami bisa membuat Bugatti Chiron dalam ukuran yang sebenarnya dan bisa membuatnya berjalan. Tantangan ini keluar agar kemampuan kami lebih meningkat lagi. Tujuan kami dengan menggunakan elemen Lego Technic kita bisa membuat apa saja menjadi nyata,” tuturnya.

Membuat sebuah miniatur memang sudah jadi hal yang lumrah buat para insinyur di Lego Technic. Masalahnya mereka benar-benar asing jika harus disuruh membuat mobil dalam ukuran yang sebenarnya dan menggerakkannya seperti mobil pada umumnya.

Tantangan semakin berat karena Lego meminta mereka untuk benar-benar menggu nakan semua elemen di Lego Technic untuk membuat mobil tersebut mulai dari body, sasis, hingga mesin.

“90 persen mobil yang kami ciptakan ini harus menggunakan elemen Lego Technic. Kami juga sama sekali asing dengan teknik membangun mobil dari awal hingga jadi. Jadi, ini benar-benar sebuah tan tangan buat kami karena kami memulainya dengan ketidaktahuan,” ucap Lubor Zelliska, Design Manager Lego Retail Model Production.

Karena benar-benar awam, tim dari Lego Technic menghabiskan banyak waktu dalam mensketsa desain Bugatti Chiron. Dari pelajaran sketsa tersebut, mereka jadi lebih bisa mengukur dan membayangkan pembuatan elemen Lego Technic untuk Bugatti Chiron.

Nantinya berbagai elemen Lego Technic agar bisa dipasang sedemikian rupa agar bentuknya mirip dengan Bugatti Chiron. “Ternyata tidak semua elemen bisa didesain lewat komputer. Banyak bagian dari elemen justru harus dibuat lewat tangan,” kata Jakub.

Dia melanjutkan, saat pembuatan dimulai, mereka berusaha menghindari kompleksitas pembuatan elemen paling dasar dari struktur mobil, yakni sasis.

Mereka mencoba menyederhanakan pembuatan sasis mobil tiruan tersebut agar mampu menopang seluruh elemen Lego Technic. Tidak hanya itu, mereka berusaha keras dalam melakukan detailing Bugatti Chiron pada mobil tiruan tersebut.

Lubor Zelinka mengatakan bagian tersulit dari meniru Bugatti Chiron adalah desain mobil yang sudah seperti karya seni. Bugatti Chiron menurutnya memiliki desain yang berlekuk-lekuk seperti karya seni. Bagian inilah yang sulit untuk ditiru oleh Lego Technic.
“Kami akhirnya membuat elemen Lego Technic berbentuk segitiga yang kemudian disambungkan ke elemen segitiga lainnya. Perpaduan ini yang membuat kesan berlekuk-lekuk tetap terlihat,” kata Lubor Zelliska.

Salah satu bagian yang menjadi ciri khas Bugatti Chiron adalah lampu depan dan belakang. Bagian ini juga tidak terlewatkan oleh insinyur di Lego Technic. Mereka mendesain sedemikian rupa elemen Lego Technic dengan lampu yang mirip dengan lampu Bugatti Chiron.

Bahkan, sekuens lampu yang menyala pertama kali saat mobil dihidupkan juga dibuat sama seperti di Bugatti Chiron. Begi tu juga dengan sayap belakang yang bisa dinaik-turunkkan. Jakub dan Zabor berusaha keras agar sayap tersebut bisa naik turun seperti yang dilakukan Bugatti Chiron. Pertanyaannya, bagaimana mobil tiruan ini bisa bergerak?

Lego Technic memang tidak bisa serta-merta memasukkan mesin kecil agar mobil tiruan tersebut bisa bergerak. Mereka tetap membuat mesin ciptaan mereka sendiri. Caranya dengan membuat sebuah motor kecil yang bahannya menggunakan elemen Lego Technic sendiri.

“Kami mencoba berbagai material dari besi, serat karbon hingga Kevlar. Nyatanya bahan dari elemen kita sendiri yang lebih baik,” kata Jakub. Total ada 2.304 LEGO Power Functions LMotor yang berfungsi sebagai mesin,” sambungnya.

Proses pembuatan mobil tiruan ini dimulai sejak September 2017 dan berhasil diselesaikan pada Maret 2018. Total lebih dari 1 juta elemen Lego Technic digunakan untuk meniru Bugatti Chiron.

Setelah berhasil meniru, mereka langsung membawa mobil tersebut ke Sirkuit Ehra Lessien di Jerman. Sirkuit ini adalah sirkuit resmi Bugatti yang digunakan untuk menguji mobil mereka. Tidak main-main, dalam pengujian tersebut, Lego Technic meminta test driver Bugatti, Andy Wallace, untuk mencoba.

Saat pertama kali dicoba, mobil ini ternyata hanya mampu berjalan beberapa meter. Setelah diperiksa, ternyata motor buatan Lego Technic masih belum mulus dalam menggerakkan rantai yang ada di mobil tiruan tersebut. Setelah diperbaiki, baru mobil tiruan tersebut berhasil berjalan mengelilingi Sirkuit Ehra-Lessien.

“Sangat ajaib karena mobil ini masih bisa bergerak dengan baik. Masih terasa ada sisa tenaga yang dimiliki mobil ini,” kata Andy Wallace.

Hanya saja jangan membayangkan mobil ini akan sekencang Bugatti Chiron. Mobil ini hanya bisa berjalan dengan kecepatan 20 kilometer per jam. Nah yang pasti mobil ini benar-benar berhasil meniru desain Bugatti Chiro.

“Pertama kali saya melihat Lego Chiron ini, saya langsung terkesan dengan akurasi dan detailnya. Sejujurnya kalau dilihat dari jarak 20 meter, itu benar-benar tidak terlihat seperti mobil Lego,” kata Andy Wallace.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak