alexametrics

Demi Kelahiran Galaxy M, Samsung Rela 'Bunuh' Galaxy J Series

loading...
Demi Kelahiran Galaxy M, Samsung Rela Bunuh Galaxy J Series
Samsung akan membunuh smartphone-nya dari lineup Galaxy J series dan menghidupkan varian baru Galaxy M. Foto/ist
A+ A-
SEOUL - Samsung akan memulai era baru untuk bisnis smartphone-nya pada 11 Oktober nanti dengan meluncurkan Galaxy A9 Pro. Strategi baru diterapkan guna menghadapi para pesaingnya di China.

Namun menurut laporan baru yang ditulis media Korea Selatan, ETNews, Selasa (19/9/2018), Samsung tidak hanya menambahkan fitur tambahan ke smartphone menengahnya. Faktanya, tahun depan Samsung secara bertahap akan memperluas seri Galaxy A ke dalam kisaran harga low-end.

Imbasnya pabrikan besar Korea Selatan itu harus membunuh Galaxy J Series dan kebijakan itu kini dalam proses. Langkah ini dilakukan karena disebabkan oleh tingkat pengakuan yang lebih tinggi dan lebih bercita rasa premium yang melekat pada merek Galaxy A. Hal yang diharapkan perusahaan akan meningkatkan penjualan secara signifikan dalam jangka panjang.

Selain perluasan seri Galaxy A, raksasa Korea Selatan juga berencana membuat seri smartphone low-end baru yang berbasis di sekitar moniker Galaxy M. Nama ini adalah cara terakhir yang digunakan pada 2012, tapi sebagai bagian dari kebangkitannya sekarang akan bertindak sebagai pengganti untuk lineup Galaxy On yang ada di China dan India.

Tidak seperti strategi sebelumnya, perusahaan diharapkan untuk mengurangi keuntungannya seminimal mungkin pada seri Galaxy M untuk mempertahankan posisinya di India. Sekaligus meningkatkan kehadirannya di China dan Amerika Latin.

Secara keseluruhan, sepertinya satu tahun ke depan kita akan melihat Samsung merombak bisnis ponsel pintarnya secara signifikan. Strategi pemasaran terbaru wajib diterapkan agar mereka tetap berada pada posisi nomor satu secara global.
(mim)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak