alexametrics

Teknik Segitiga Kehidupan Cara Aman Selamatkan Diri dari Gempa

loading...
Teknik Segitiga Kehidupan Cara Aman Selamatkan Diri dari Gempa
Gempa dan Tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah. FOTO/ SINDO
A+ A-
JAKARTA - Gempa dan tsunami besar yang melanda Palu dan Donggala yang menelan korban jiwa hingga ribuan orang, terus mengundang perhatian banyak pihak. Salah satunya Badan Bencana Internasional yang membeberkan teknk untuk meminimalisir gempa.

Doug Copp Kepala Penyelamat dan Manajer Bencana dari American Rescue Team International (ARTI) mengatakan berdasarkan pengalamannya dirinya telah telah merangkak di bawah 875 reruntuhan bangunan, bekerja sama dengan tim penyelamat dari 60 negara, dan mendirikan tim penyelamat di beberapa negara serta salah satu dari ahli PBB untuk Mitigasi Bencana selama 2 tahun.



" Saya telah bekerja di seluruh bencana besar di dunia sejak tahun 1985. Pada tahun 1996 kami membuat film yang membuktikan keakuratan metode bertahan hidup yang saya buat,' tutur Doug dalam keteranga persnya kepada SINDOnews. Selasa, (2/10/2018).

Dalam kesempatan Doug mencoba memberikan metode dan cara aman untuk selamat dari guncangan gempa.

PERCOBAAN

Kami meruntuhkan sebuah sekolah dan rumah dengan 20 boneka di dalamnya. 10 boneka "menunduk dan berlindung" dan 10 lainnya menggunakan metode bertahan hidup "segitiga kehidupan". Setelah simulasi gempa, kami merangkak ke dalam puing-puing dan masuk ke dalam bangunan untuk membuat dukumentasi film mengenai hasilnya. Film itu menunjukkan bahwa mereka yang menunduk dan berlindung tidak dapat bertahan hidup dan mereka yang menggunakan metode saya "segitiga kehidupan" bertahan hidup 100%. Film ini telah dilihat oleh jutaan orang melalui televisi di Turki dan sebagian Eropa, dan disaksikan pada program televisi di USA, Canada dan Amerika Latin. Baca: Teknologi Peringatan Dini Tsunami Awasi Tekanan Gelombang Laut

FAKTA

Bangunan pertama yang saya masuki adalah sebuah sekolah di Mexico City pada gempa bumi tahun 1985. Semua anak   berlindung di bawah meja masing-masing. Semua anak remuk sampai ke tulang mereka. Mereka mungkin dapat selamat jika berbaring di samping meja masing-masing di lorong. Pada saat itu, murid-murid diajarkan untuk berlindung di bawah sesuatu.
halaman ke-1 dari 3
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak