alexametrics

Ekspor Suzuki APV dari Indonesia Tembus Pasar Mobil 89 Negara

loading...
Ekspor Suzuki APV dari Indonesia Tembus Pasar Mobil 89 Negara
Dua model berfoto bersama New APV Luxury yang penjualannya ke pasar kendaraan negara lain meningkat. Foto/ist
A+ A-
JAKARTA - Telah mengaspal selama 14 tahun, Suzuki APV rupanya menjadi primadona ekspor PT Suzuki Indomobil Motor (SIM). Hal itu diketahui dengan tercapainya angka 223.341 unit ekspor Suzuki APV ke-89 negara yang tersebar di kawasan Afrika, Asia, Timur Tengah, Oseania, Amerika Latin, dan Carribean.

Tahun ini sendiri PT SIM menargetkan jumlah ekspor Suzuki APV sebanyak 17.128 unit. Hal tersebut disampaikan oleh Department Head of Export Import PT SIM, Hady Surjono Halim.

Dia mengatakan, kegiatan ekspor Suzuki APV ini merupakan catatan positif bagi laju ekspor Suzuki di Indonesia. “Suzuki APV adalah produk Suzuki dengan jumlah ekspor tertinggi. Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami, karena Suzuki APV sebagai karya anak bangsa telah diakui kualitasnya sehingga bisa diterima dengan baik oleh masyarakat dunia," kata Hady dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Kamis (11/10/2018).

Capaian ini menurut Hady didukung beberapa hal, seperti Suzuki APV juga telah memenuhi standar emisi gas buang Euro 4 dan Euro 5. Kedepannya PT SIM akan terus mengembangkan pasar ekspor Suzuki APV untuk memenuhi kebutuhan negara lain akan kendaraan multifungsi.

Suzuki APV sendiri dinilai memiliki daya tarik bagi konsumen fleet di Indonesia karena dapat memenuhi beragam kebutuhan pengguna. Misalnya sebagai kendaraan operasional perusahaan, shuttle di bidang pariwisata, ambulance, mobil toko untuk beragam jenis usaha, angkutan kota, dan dump truck.

Hingga periode September 2018, Suzuki telah memasarkan sebanyak 3.428 unit Suzuki APV untuk pasar fleet. Hasil penjualan ini berkontribusi sebanyak 44% terhadap total penjualan fleet selama periode Januari-September 2018.
(mim)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak